FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Yang Tersisa dari Kepergian Ria Irawan

Ria Irawan tegar melawan kanker yang menghinggapinya. Senin (6/1/2020), Ria tutup usia. (foto: twitter)

 

Sugawa.id- Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Ini menyusul meninggalnya Ria Irawan. Sebelum meninggal, aktris kenamaan pada eranya ini diketahui berjibaku menderita kanker. Ria tutup usia dalam perawatan di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Senin (6/1/2020). Sang suami, Mayky Wonkar, menyebutkan, Ria yang kini berusia 50 tahun menghembuskan napas terakhirnya saat azan Subuh. “Memang udah kritis,” ujar Mayky.

Perempuan kelahiran Jakarta, 24 Juli 1969 itu awalnya mengidap kanker getah bening. Sudah mencapai stadium 3. Setelah menjalani perawatan, kabarnya Ria sempat sembuh. Tapi muncul lagi, sehingga harus menjalani kemoterapi. Belakangan, ditemukan tumor di kepalanya. “Mengakibatkan saraf bicara saya tertekan, akhirnya saya harus belajar pelan-pelan berbicara dengan baik,” ujar Ria di media sosialnya, beberapa bulan lalu.

Yang luar biasa, barangkali, meski sakit, Ria tak pernah menunjukkan kesedihan. Itu dapat dilihat dalam postingannya. Ria membagikan momen dirinya semangat menjalani pengobatan. Ria juga memperlihatkan kepalanya harus kembali botak. “Kualitas nenikmati hidup dengan bertahap tetap semangat semuanya,” tulis perempuan kelahiran 24 Juli tersebut.

Semangat Ria Irawan dalam melawan penyakitnya menginspirasi band Sore untuk menulis lagu berjudul ‘R14’. Liriknya berkisah mengenai perjuangan Ria yang tetap terlihat kuat dan ceria meski tengah berjuang melawan kanker yang mematikan. Lagu tersebut terdapat dalam album ‘Los Skut Leboys’ yang dirilis pada 2015.

Berikut lirik dari lagu ‘R14’:

Dan seiring paruh masa
Di selisih larut rasa
Kau beranjak penuh asa
Melenakan jiwa raya
Kau tertawa berpeluk derita
Bercerita, bersinari masyhur diri
Yang tak pernah kau acuhkan
Dan hantaran dalam sukma
Terlatih guratan raja
Kau terus berburu asa
Meragukan jiwa raya
Kau tertawa berpeluk derita
Bercerita, bersinari masyhur diri
Yang tak pernah kau acuhkan
Kau melati di belantara semak yang berduri
Melambai kisah yang akan terus mengujarkan
Pelita dunia yang terang
Dan seiring paruh masa
Di selisih larut rasa
Kau beranjak penuh asa
Melenakan jiwa raya
Kau tertawa berpeluk derita
Bercerita, bersinari masyhur diri
Yang tak pernah kau acuhkan
Kau melati di belantara semak yang berduri
Melambai kisah yang akan terus mengujarkan
Pelita dunia yang terang

Tak hanya band Sore. Teman sesama artis, Aldi Taher yang ikut berduka merasa terinspirasi. “Dia datang ke rumah saya menyampaikan kemo itu seperti liburan, harus happy jangan tunda kemo, ikhtiar,” ujar Aldi, Senin (6/1/2020). Aldi bercerita, saat itu dia bingung sewaktu mau kemo. Ria, lanjutnya, selalu menyampaikan kepadanya untuk tidak terpuruk karena kanker. Pesan itulah yang tak pernah terlupakan oleh pria 36 tahun itu.

Dihimpun dari sejumlah sumber, Ria Irawan bernama lengkap Chandra Ariati Dewi Irawan. Dia adalah bungsu dari lima bersaudara pasangan aktor senior Bambang Irawan dan aktris senior Ade Irawan.

Darah seni benar-benar mengalir. Pada usia empat tahun, Ria telah menjadi figuran dalam film Sopir Taxi (1973). Ria juga bermain dalam film Fajar Menyingsing (1975), Chicha (1976), Siulan Rahasia (1977), Istriku Sayang Istriku Malang (1977), Nakalnya Anak-Anak (1980) hingga aktingnya yang membuat banyak orang terpikat pada film Kembang Kertas (1984). Berkat perannya di film Bila Saatnya Tiba (1985), Ria meraih nominasi Festival Film Indonesia (FFI) 1986 sebagai aktris pendukung terbaik. Ria berhasil memenangkan Piala Citra lewat Selamat Tinggal Jeanette (1987) sebagai pemeran pendukung wanita terbaik di FFI 1988. Di Festival Film Indonesia 2006 dirinya kembali mendapat nominasi aktris pendukung terbaik lewat film Berbagi Suami (2006).

Ria juga merambah dunia tarik suara. Selain menyanyi, Ria juga menjajal profesi fotogafi dan penyutradaraan videoklip. Ria kembali ke layar lebar dengan membintangi Biola Tak Berdawai. Berkat perannya sebagai Renjani, Ria mendapat gelar The Best Actress dalam ajang Festival Film Asia Pasific di Iran pada 2003. Kini Ria tidur untuk selamanya. Semoga diberi tempat terbaik oleh Allah. Selamat jalan, Ria! (tho)

Share :