FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Terobosan Andi Tenri Abeng, dari BPN Banten Peduli Hingga BPN Menyapa

kakanwil bpn banten ok

Kepala Kanwil BPN Banten Andi Tenri Abeng (foto istimewa)

Sugawa.id – Banten jadi salah satu daerah terdampak penularan COVID-19. Sebagai tetangga DKI Jakarta, sebagian wilayah provinsi itu sempat jadi zona merah. Banten sempat menempati rangking ke-3 nasional terkait jumlah penderita corona meski kini turun di posisi ke-13.

Dampaknya, puluhan ribu warga Banten menganggur lantaran selama Pandemi COVID-19, ribuan perusahaan baik yang ada di Jakarta maupun di Banten mengurangi tenaga kerja. Akibatnya berujung PHK (pemutusan hubungan kerja).

Guna membantu warga yang ekonominya terdampak COVID-19, Badan Pertanahan Banten (BPN) Banten menggelontorkan program padat karya bertajuk BPN Peduli. Bagaimana program itu, berikut wawancara wartawan Sugawa.id dengan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Banten Andi Tenri Abeng.

BPN Banten membuat program bantuan kepada petani pepaya california untuk warga terdampak PHK. Apa yang mendasari munculnya program BPN Peduli?

Melalui BPN Banten Peduli ini, kami ingin berbagi dan berkomitmen terus peduli, mengerti dan memberi manfaat untuk sesama. Terlebih lagi dalam situasi seperti sekarang ini. Kita ingin membantu meringankan masalah yang sedang melanda negeri kita tercinta ini.

Dari mana anggaran BPN Peduli?

BPN Banten Peduli ini menggalang dana dari pegawai/keluarga pegawai BPN Banten dan mitra BPN seperti Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dan Surveyor Kadaster Berlisensi (SKB) se-Banten yang ingin membantu sesama. Sebelumnya adanya BPN Banten Peduli ini, kami sudah terbiasa menggalang dana kemanusiaan seperti saat ada Tsunami Selat Sunda, Gempa Lombok dan ketika ada pandemi COVID-19. Kami ingin ada wadah khusus dan kepengurusan yang terorganisir mengelola dan menyalurkan dana kemanusiaan dengan baik.

Apa dasar pembentukan BPN Peduli?

BPN Banten Peduli pertama kali dibentuk di tanggal 19 Maret 2020 berdasarkan SK Kakanwil BPN Provinsi Banten Nomor 42/SK36.UP.04.06/III/2020, yang mendasari adanya program BPN Peduli ini adalah karena keprihatinan kepada para tenaga medis yang kekurangan APD pada saat Pandemi COVID-19. Efek domino Pandemi COVID-19 ini luar biasa kepada masyarakat, terutama yang berpenghasilan harian kami, juga pegawai Kanwil BPN Provinsi Banten dan Kantor Pertanahan se-Provinsi Banten ingin berkontribusi membantu masyarakat yang terdampak bukan hanya memberikan bantuan yang habis pakai/habis konsumsi tapi memberikan bantuan yang lebih produktif dan berkelanjutan dengan menggulirkan program padat karya seperti yang sudah berjalan di Desa Selaraja, Kecamatan Warungunung, Kabupaten Lebak.

Adakah program BPN Peduli lainnya yang sudah berjalan?

Alhamdulillah, melalui BPN Banten Peduli ini bayak hal yang sudah kami lakukan seperti menyalurkan bantuan berupa baju hazmat, masker N-95, vitamin dan susu ke beberapa rumah sakit dan ke BPN Pusat. Kami juga membagikan sembako di Kampung Reforma Agraria di Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang. Bantuan juga kami berikan di huntara dan huntap korban tsunami Selat Sunda 2018, korban banjir di Kabupaten Lebak, juga korban banjir bandang di Kota Cilegon .
Selanjutnya kami sudah akan melakukan kegiatan padat karya di Kampung RA di Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, yang bertujuan membantu masyarakat sekitar meningkatkan kesejahteraanya berbasis pemanfaatan tanah. Saya yakin program ini akan berkelanjutan karena ini niat baik yang harus kita jaga keberlanjutannya. kalo bukan kita siapa lagi, kalo bukan sekarang kapan lagi!

Program bantuan BPN Peduli menanam pepaya california di Lebak banyak diikuti institusi lain. Apa komentar dan harapan, Ibu?

Bantuan yang diberikan untuk program Padat Karya di Desa Selaraja mulai dari pembukaan lahan, pengolahan tanah, penanaman, dan seluruh biaya ditanggung BPN Banten Peduli. Termasuk pembelian bibit dan pupuk, upah kerja pegawai, perawatan tanaman hingga masa produksi. Ini adalah salah satu upaya kami membantu masyarakat dan petani yang terdampak krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 melalui program padat karya, Alhamdulilah Bupati Lebak beserta jajarannya sangat mendukung program ini dan untuk itu, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan perhatian Pemkab Lebak, terima kasih juga kepada keluarga besar BPN Banten/keluarga pegawai/mitra kerja yang telah mendermakan sebagian rezekinya untuk terwujudnya program ini. Tentunya terima kasih kami ucapkan kepada masyarakat petani yang menyukseskan program ini. kami sangat berharap dengan adanya program ini dapat membantu masyarakat untuk lebih produktif dan membantu meningkatkan perekonomian petani secara berkelanjutan.

Di bawah kepemimpinan ibu juga berhasil membuat paradigma baru di BPN Banten yang dulunya eksklusif menjadi institusi terbuka dengan program ‘BPN Banten menyapa?

Pemikiran konsep ini yang pertama adalah saya ingin masyarakat mengetahui BPN, apa tugas dan fungsi BPN. Bagaimana cara, prosedur, biaya mekanisme pelayanan BPN tanpa perantara. Apalagi, keterbukaan saat ini tidak terelakkan lagi. Suka atau tidak suka kita harus membuka diri terhadap masyarakat karena terkadang arus informasi yang beredar dimasyarakat banyak yg tidak sesuai dengan keadaan. Karena itu, selain terus berupaya memperbaiki diri, kita juga terus berupaya memperbaiki dan meluruskan arus informasi yang beredar di masyarakat. Baik tentang pelayanan pertanahan maupun tentang image/citra BPN Banten di masyarakat.
Kedua, saat ini BPN tengah menyertifikatkan bidang tanah di seluruh Indonesia dari desa/kelurahan dalam satu kecamatan atau kecamatan yang berbatasan mendekat, merapat, menyeluruh melalui program PTSL. Untuk menyukseskan program ini tentunya kami memerlukan dukungan dari stakeholder dan masyarakat terutama pemerintah daerah setempat.
Ketiga, kami adalah kementerian yang memiliki tugas dan fungsi di bidang pertanahan yang dalam salah satu fungsinya kami melayani masyarakat yang ingin mendaftarkan hak atas tanahnya atau melakukan pemeliharaan data pendaftaran tanah (peralihan, perubahan hak, pemisahan/pemecahan hak atas tanah dan lainnya). Salah satu upaya yang kami lakukan dengan program Banten menyapa dengan konsep siap mendengar dan melaksanakan dengan penuh optimis dan integritas.
Kami siap mendengar keluhan-keluhan masyarakat, juga aspirasi yang memacu kami untuk terus memperbaiki diri, menuju pelayanan yg lebih baik dan lebih baik lagi.

Sudah berapa banyak barang milik negara (BMN) yang berhasil disertifikasi selama kepemimpinan, Ibu?

Untuk sertifikasi BMN berupa tanah milik kementerian/lembaga dan tanah jalan nasional atas nama pemerintah untuk tahun 2020 target 329 bidang, tahun 2019 target 150 bidang dan tahun 2018 target 150 bidang. Alhamdulillah selesai seluruhnya. Untuk pensertipikatan aset pemerintah daerah berupa tanah atau Barang Milik Daerah (BMD) berdasarkan data, aset pemda dari tahun 2018-2020 ada 1.404 permohonan. Dari jumlah itu selesai 863, sisanya 541 masih proses.
Untuk percepatan penyelesaian aset pemerintah daerah, kami sudah telah menggelar Focus Group Discussion (FGD) mengundang BPKAD provinsi, BPKAD kota/kabupaten, Kantor Pertanahan se-Provinsi Banten dan KPK untuk mempercepat penyelesaian sertipikat dan solusi hambatan, kendala dan masalah yang dihadapi. (ber)

Share :