Rajin Bangun Sarana Ibadah, Yus Sudarso 8 Kali Menjabat Kakantah

WhatsApp Image 2022-12-11 at 16.10.17

Kepala BPN Purwakarta Yus Sudarso saat masih bertugas di Kabupaten Banggai Sulteng dikunjungi Bupati Banggai Ir Herwin Yatim yang meninjau pembangunan mushola An-Naafi dari hasil swadaya (foto istimewa)

 

SUGAWA.ID – Jika ada pemilihan pegawai Agraria,Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang paling sering menjabat sebagai Kepala Kantor Pertanahan (Kakantah) mungkin Yus Sudarso jadi pemenangnya.

Bagaimana tidak, Yus Sudarso yang kini menjabat sebagai Kakantah atau kepala BPN Purwakarta, Jawa Barat ini sudah menjabat sebanyak 8 kali sebagai Kakantah, dari mulai Provinsi Banten, Jawa Barat, Sulawesi Tengah hingga kembali ke Jawa Barat.

Di Provinsi Banten misalnya, pria yang akrab disapa Kang Yus ini pernah menjabat sebagai kepala BPN Kabupaten Lebak dan Kabupaten Serang, dan juga pernah menjabat sebagai kepala bidang (Kabid) Pengaturan dan Penataan Pertanahan Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Banten.

Kang Yus juga pernah menjabat sebagai kepala di beberapa Kantor Pertanahan di Provinsi Jawa Barat, yaitu di Kantah Ciamis, Kabupaten Cirebon, Kota Sukabami dan sekarang menjabat sebagai kepala Kantah di daerah yang dipimin oleh Bupati Anne Ratna Mustika, yakni di Kabupaten Purwakarta.

Tak hanya di Pulau Jawa, kang Yus yang asli dari Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten ini juga pernah menjabat sebagai Kepala Kantah di Provinsi Sulawesi Tengah tepatnya di Kabupaten Banggai dan Kabupaten Donggala.

“Buat saya jabatan itu adalah amanah, dimanapun saya ditempatkan oleh pimpinan akan saya jalani penuh tanggungjawab.Tangungjawab tidak hanya kepada pimpinan dan lembaga, namun juga tanggungjawab kepada Allah SWT,” ujar Yus Sudarso melalui sambungan telepon, Minggu (11/12/2022).

Kang Yus menerangkan, saat pertama kali diberi amanah oleh pimpinan menjabat di salah satu Kantor Pertanahan, hal pertama yang dilakukan adalah konsolidasi internal untuk menyamakan visi dan misi membawa harum nama BPN di masyarakat.

Setelah melakuan konsolidasi internal salanjutnya adalah, membenahi sarana ibadah yang ada di Kantor Pertanahan agar para pegawai dan masyarakat yang datang ke Kantor Pertanahan tenang dan khusyuk saat menjalankan ibadah.

“Saat menjabat di sebagai Kakantah Ciamis, Jawa Barat kami berhasil membangun Mushola Al Fath yang dana pembangunannya dari awal sampai selesai selama 7 bulan murni berasal dari jemaah, tidak ada dana hibah atau CSR atau dari Pemda,” tegas kang Yus.

Sementara saat menjabat sebagai Kakantah Kabupaten Serang, kang Yus juga berhasil merenovasi mushola yang ada di lingkungan Kantah Kabupaten Serang.

”Awal renovasi bulan Agustus 2018 dan selesai bulan Mei 2019, namun belum sempat diresmikan karena saya keburu dimutasi ke daerah lain,” cetus pria yang aktif di medsos seperti Tiktok, Facebook dan Instagram ini.

Sementara di Kantah Banggai Sulawesi Tengah, kang Yus juga berhasil membangun Mushola yang selesai dalam kurun waktu 10 bulan, dimana dana pembangunannya juga berasal dari para jemaah, pegawai Kantah dan teman teman pribadi Kang Yus.” Alhamdulillah sekarang Kantah Kabupaten Banggai sudah memiliki mushola yang refresentatif,” ujarnya.

Saat menjabat di berbagai Kantor Pertanahan banyak prestasi dan inovasi yang dilakukan kang Yus, termasuk merubah image dan stigma BPN yang selama ini dikenal sebagai lembaga yang eksklusif menjadi lembaga yang terbuka kepada masyarakat dan organisasi horisontal, semisal dengan Pemerintah daerah atau Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) dan IPPAT (Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah) di Kabupaten /Kota yang pernah dijabat oleh Kang Yus.

“Kalau pun ada yang mengatakan saya berhasil, itu juga keberhasilan buat para pegawai saya bukan karena saya. Saya juga ucapan terima kasih kepada para pimpinan yang telah mempercayai saya selaku kepala kantor dan juga terima kasih untuk para pegawai dan masyarakat serta pemerintah daerah yang selama ini mendukung kami,” tuturnya.

Salah seorang mantan staf Yus Sudarso di di BPN Donggala, Sulawesi Tengah, Choirul Tri Utami mengatakan, selama dirinya menjadi kepala Seksi (Kasi) Survei dan Pemetaan ketika Yus Sudarso menjadi kepala BPN Donggala banyak hal positif yang didapatkannya, tidak hanya melulu urusan pekerjaan.

“Pak Yus banyak mengajarkan ke kami, bahwa bekerja tidak hanya melulu tentang menyeleseikan pekerjaan, tapi harus meninggalkan sesuatu yang berguna (good legacy) dan memberi nilai tambah,” cetus Choirul Tri Utami yang kini menjaat sebagai Kasi Survey dan Pemetaan BPN Siggi.

Choirul menambahkan, salah satunya legacy yang ditinggalkan oleh Yus Sudarso saat di Donggala adalah, berhasil membangun fasilitas mushola (tempat berwudhu) dan fasilitas lainnya (taman, kebun kantor, gazebo) sehingga menjadi asri dan nyaman saat rehat dan berkumpul sejenak dari rutinitas kantor.

Hal senada dikatakan oleh Ukon Setiawan yang saat ini menjabat sebagai koordinator pendaftaran tanah BPN Purwakarta yang mengatakan, dirinya sudah mengenal kang Yus sejak di BPN Kabupaten Ciamis tahun 2017 lalu.

“Saya mengenal beliau itu saat masih sama sama di BPN Ciamis. Beliau itu orangnya sangat menguasi tentang masalah keuangan, tata naskah dan tidak pernah membeda bedakan status pegawai dari mulai OB (Office Boy) hingga Kepala Seksi,” terang Ukon.

Justru kata Ukon, kang Yus kerap menerima masukan dari staf yang terendah di Kantor Pertanahan, seperti dari OB dan pegawai honorer.”Beliau itu memperlakukan semua pegawai sama tidak ada yang di istimewakan,” imbuhnya.

Ukon mengaku punya pengalaman unik saat di Ciamis, dimana saat itu tahun 2018 ada pembagian sertifikat sebanyak 5 ribu bidang oleh Presiden Jokowi, dan saat itu Kang Yus memberikan pengarahan secara rinci dan mudah dipahami oleh peserta yang menjadi tuan rumah kedatangan presiden

“Saat ada pembagian sertifikat tanah oleh pak presiden Jokowi tahun 2018 lalu di Ciamis, pak Yus itu memberikan pengarahan secara rinci dan mudah dipahami, sehinga saat itu kunjungan presiden ke Ciamis berjalan sukses dan sesuai rencana,” tandas Ukon. (yas)

Share :