FOKUS :

RUU PKS “Kalah Seksi” dari Omnibus Law Cipta Kerja

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) kalah seksi dengan UU Cipta Kerja. Buktinya meski telah dibahas hampir 6 tahun, RUU ini...

1-min

Permudah Belajar Daring, Aplikasi Jago “Apa” Diluncurkan

Debby Anggota DPR ok

Anggota Komisi X DPR RI Debby Kurniawan (sugawa.id)

Sugawa.id – Aplikasi ”Jago Apa” menjadi solusi mengatasi masalah belajar berbasis daring. Tidak sedikit, pembelajaran jarak jauh (PJJ) dikeluhkan oleh siswa, guru dan orangtua. Baik keterbatasan fasiltas jaringan internet, handphone hingga paket kuota.

“Aplikasi ini (Jago Apa) menjawab masalah keterbatasan HP dan jaringan internet,” ujar Anggota Komisi X DPR RI Debby Kurniawan, Kamis (15/10/2020).

Karena dengan aplikasi ini, menurut Debby, siswa bisa dengan mudah mendapatkan materi belajar kapan saja. Meskipun telah tertinggal waktu pembelajaran. Caranya, yakni dengan memutar ulang pembelajaran dari aplikasi tersebut.

“Jadi siswa tidak usah khawatir tertinggal pelajaran lagi. Biasanya karena orangtua hanya punya 1 HP kerap jadi masalah bagi siswa untuk mengikuti PJJ. Tapi dengan aplikasi Jago Apa, semua bisa dijawab,” ungkap Politisi asal Partai Demokrat ini.

Menurut Debby, aplikasi Jago Apa kini telah digunakan oleh seluruh siswa SD dan SMP di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Aplikasi ini tidak menyedot paket data internet, seperti aplikasi belajar daring lainnya. Dan pembuatan aplikasi jago apa untuk menjawab PJJ di tengah pandemi Covid-19.

“Setelah muncul berbagai masalah PJJ di bawah, kami bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan melakukan kajian dan penelitian. Sampai kemudian kami buat aplikasi “Jago Apa” ini untuk memecahkan masalah itu,” katanya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, gerakan Jago Sinau telah diluncurkan pada tanggal 10 September 2020 lalu oleh Bupati Lamongan Fadeli dan Forkopimda di Pendopo Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. gerakan jago sinau bisa diperoleh siswa melalui aplikasi Jago Apa.

Debby menjelaskan, keistimewaan materi pembelajaran di Jago Sinau sudah disesuaikan dengan kurikulum dan konteks pendidikan di Lamongan. Pengisi materinya 100 persen guru-guru terpilih tingkat SD dan SMP se-Lamongan.

Dia berharap, aplikasi ini bisa menjadi role model pembelajaran di tengah pandemi Covid-19. Karena, pemerintah daerah harus dituntut bisa mengatasi setiap masalah PJJ di wilayahnya masing-masing. “Aplikasi Jago Apa bisa jadi contoh Dinas Pendidikan Pemda-pemda lainnya dalam mengatasi masalah PJJ,” ujarnya. (san)

Share :