FOKUS :

Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Harus Jalan

Rapat kerjasama rencana UKW dan ToT antara Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Lembaga UKW UPDM. (Foto: Ist)    ...

BACK_BANNER_DOG

PADI Minta Menkes Tunjuk Dirjen dan Direktur Rumah Sakit Berdasarkan Keahlian

Padi Hebat ok

Sugawa.id – Ketua DPP Perkumpulan Advokasi Hukum Indonesia (PADI) Hebat, Bambang Sri Pujo Sukarno Sakti berharap Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin agar menunjuk dirjen di Kementerian Kesehatan (Menkes) serta direktur rumah sakit harus berlatar belakang dari dokter berdasarkan keahlian spesialisasinya.

“Kami harap Pak Menkes selain memperbaiki manajemen juga mengutamakan kesehatan masyarakat,” kata Bambang dalam siaran pers, Sabtu (16/1/2021).

Sebab, selain membenahi manajemen di dalam rumah sakit, membenahi pelayanan medis, juga harus mempertimbangkan pengalaman dan kompetensi para dokternya dalam melayani kesehatan masyarakat. Mengingat, tugas Menkes selanjutnya ialah menunjuk dirjen lalu direktur rumah sakit pemerintah.

Bambang menuturkan, bahwa penunjukan Menkes yang bukan berasal dari dokter ini bukanlah hal yang lazim dilakukan di Indonesia. Ini merupakan pertama kali. Namun di dunia, ini sudah terjadi beberapa kali. PADI Hebat tentunya memahami mengenai hak prerogative Presiden.

Menurut PADI Hebat, yang diutamakan saat ini untuk Kemenkes itu ialah perbaikan manajemen, seperti manajemen kementerian, manajemen sumber daya manusia, manajemen pendistribusian penanganan pandemi Covid-19 sehingga dibutuhkan eksekutor dalam menangani perbaikan manajemen di kemenkes.

“Sehingga sudah tepat kalau Bapak Jokowi memilih Pak Budi Gunadi Sadikin menjadi Menkes. Selain penanganan pandemi Covid, kami berharap Menkes harus memilih beberapa Dirjen. Jadi tugas besar Pak Menkes, bukan hanya penanganan pandemi Covid tetapi juga hubungan manusia dengan manusia, serta penyelamatan manusia,” imbuhnya.

Ia menambahkan, Menkes harus menunjuk beberapa Dirjen di antaranya Dirjen Kesehatan Masyarakat, Dirjen Pencegahan Pengendalian Penyakit, Dirjen Pelayanan Kesehatan, Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan lalu ada Inspektorat, ada Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. “PADI Hebat sangat memahami bilamana Bapak Presiden Jokowi memilih Menkes bukan berlatar belakang dari medis dikarenakan untuk perbaikan manajemen. Namun jangan lupa, untuk dirjen, sebaiknya yang berlatar belakang dari medis yang telah berpengalaman,” katanya.

Begitu juga dengan direktur-direktur rumah sakit di Indonesia yang berkaitan dengan rumah sakit pemerintah seperti RS Jantung alangkah baiknya direktur dijabat oleh dokter ahli spesialis jantung. Untuk direktur Rumah Sakit Khusus Kanker, alangkah baiknya dijabat oleh dokter ahli kanker. Jangan sampai di rumah sakit khusus itu, direkturnya tidak diangkat dari keahlian spesialisasinya.  “Misalnya, dari 5 direktur rumah sakit khusus kanker , sangat wajar jika 3 atau 2 jabatan direktur dari rumah sakit pemerintah itu haruslah dari dokter spesialis ahli kanker,” ujarnya.

Aktivis 98 ini memohon Menkes yang baru dapat menjalankan tugas dengan baik dan pihaknya siap mengawal dengan melakukan kontrol agar seluruh rumah sakit yang menangani penyakit khusus ada unsur dokter spesialisnya sebagai direktur.(ter)

Share :