FOKUS :

Ketika Edhy “Tersandung” Benih Lobster

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus ekspor benih lobster. Dalam kasus...

1-min

Masyarakat Mabar Tuntut Pemerintah Percepat Pembangunan Destinasi Super Premium di Labuan Bajo

WhatsApp Image 2020-08-12 at 18.00.39

Sejumlah warga mendukung pemerintah menetapkan Kawasan Ekonomi Khusus serta pembangunan sarana wisata di Labuhan Bajo. (Sugawa.id)

 

Sugawa.id- Ratusan masyarakat Manggarai Barat (Mabar) yang tergabung dalam kegiatan Mimbar Bersama Dukung Pembangunan Destinasi Super Premium mendeklarisasikan diri mendukung upaya percepatan pembangunan destinasi Super Premium di Labuhan Bajo yang digagas pemerintah pusat, provinsi hingga kabupaten.

Ketua Aksi Florianus Surion Adu, mengatakan kebijakan pemerintah itu adalah anugerah Tuhan kepada seluruh masyarakat Manggarai Barat, khususnya dan NTT umumnya, karena semakin banyak pembangunan di Labuhan Bajo otomatis semakin sejahtera masyarakatnya. 

”Rencana pembangunan infrastruktur, penetapan Kawasan Ekonomi Khusus serta pembangunan sarana wisata di Labuhan Bajo berjalan dengan baik, karena pemerintah sudah bekerja sama dan berkolaborasi dengan baik serta punya kajian yang holistik maupun data yang lengkap ketika menyusun kebijakan. Terima kasih Bapak Presiden, sepenuhnya kami dukung segala kebijakan Bapak Presiden di sini ”, ujar Florianus Surion Adu, Rabu (12/8/2020).

Ucapan ini disuarakan Florianus di hadapan 500 orang peserta aksi di depan Kantor DPRD Manggarai Barat. Peserta aksi ini terdiri dari Sekretariat Bersama Pemuda Masyarakat Manggarai barat (SETBER PM-MB), Himpunan Nelayan Bersama Kecamatan Komodo (NUANSA), Komite Aliansi Masyarakat Manggarai Barat (KAM-MB), Angkatan Muda Pro Reformasi Manggarai Barat (AMPAR), Gerakan Masyarakat Anti Tambang Manggarai Barat (GERAM), Gerakan Perempuan Membangun (EMBUN), Forum Multi Kultur Membangun (FMKM) Manggarai Barat dan Komunitas Pelaku Pariwisata Manggarai Barat.

Menyinggung soal suara negatif atas pembangunan di Mabar, Florianus menyebut itu tidak benar.

”Kita dapat melihat indikator sementara pembangunan Labuan Bajo dari banyaknya investor yang membuka usahanya di Labuan Bajo. Jika ada orang atau kelompok yang suaranya negatif terhadap pembangunan yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah, itu tidak mewakili masyarakat Manggarai Barat,” katanya. (cok)

Share :