FOKUS :

RUU PKS “Kalah Seksi” dari Omnibus Law Cipta Kerja

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) kalah seksi dengan UU Cipta Kerja. Buktinya meski telah dibahas hampir 6 tahun, RUU ini...

1-min

Kapolri-Kapolda Raih Rekor MURI

JAKARTA – Museum Rekor Indonesia (MURI) memberikan penghargaan kepada Kapolri Jenderal Idham Azis dan Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono terkait launching aplikasi Satpam Mantap, yang merupakan pertama yang menghubungkan pihak sekuriti (Satpam) dengan aparat kepolisian.

“Aplikasi satpam ini bukan hanya rekor Indonesia, tapi ini juga rekor dunia, karena kepolisian di Amerika Serikat atau Inggris juga belum punya aplikasi seperti ini,” kata Pendiri MURI Jaya Suprana di Launching e-TLE Development Program, e-Drives, Aplikasi Satpam Mantap dan Aplikasi Help Renakta di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (5/12).

Penghargaan tersebut diserahkan Jaya Suprana kepada Kapolri Jenderal Idham Azis, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono, dan Kakorlantas Polri Irjen Istiono. Alasan MURI memberi penghargaan kepada Kapolri karena telah memprakarsai e-TLE. Penghargaan kepada Kapolda Metro Jaya diberikan karena Kapolda dinilai berjasa mengembangkan e-TLE dan memprakarsai aplikasi SIM elektronik atau e-Drives dan aplikasi Satpam Mantap. Sedangkan Kakorlantas Polri diberi penghargaan karena memberikan fasilitator e-TLE dan e-Drives.

Kapolri Jenderal Idham Azis mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Kapolda dalam berinovasi menciptakan sejumlah aplikasi layanan publik berbasis digital. “Di era 4.0 ini, aplikasi ini sangat luar biasa. Saya belum pernah melihat ada kapolda di Indonesia yang melakukan terobosan seperti ini,” katanya.

Idham Azis yang pernah menjadi Kapolda Metro Jaya ini mengaku dirinya belum mampu melakukan hal itu selama menjadi Kapolda 1 tahun 8 bulan. “Tapi Pak Gatot belum setahun sudah bisa melaksanakan kegiatan ini, sehingga saya Cuma bisa bilang satu kata, luar biasa,” ujar lulusan Akpol 1988 ini.

Sementara Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Adi Pramono menuturkan aplikasi  Aplikasi Satpam Mantap sengaja diciptakan untuk menggandeng satuan pengamanan (Satpam) karena mereka adalah pihak pertama yang bersentuhan langsung dengan aksi kejahatan baik di area pertokoan, perkantoran maupun tempat umum. “Aplikasi ini untuk mencegah dan mendeteksi kejahatan lebih dini,” kata Gatot.

Aplikasi Satpam Mantap adalah aplikasi yang memudahkan komunikasi antara s satpam dan polisi, karena dalam aplikasi ini dilengkapi sejumlah fitur-fitur seperti fitur rekomendasi, fitur pendaftaran Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP), pendaftaran pelatihan Satpam secara daring dan tombol panik serta fitur informasi.

Melalui aplikasi ini, tambah Gatot, nantinya seluruh satpam yang sudah terdaftar, terlatih dan terdata dapat segera melaporkan adanya kejadian di wilayahnya kepada polisi dan polisi bisa langsung dating ke lokasi.(wib)

Share :