FOKUS :

Selama Pandemi Covid-19, Gugatan Cerai di Depok Lebih Banyak

Pengadilan Agama (PA) Kota Depok, Jawa Barat. (foto: sugawa.id)   Sugawa.id – Pandemi Covid-19 tampaknya bukan hanya mempengaruhi perekonomian. Namun,...

BACK_BANNER_DOG

Hanya Satu Pasar Tradisional Depok yang Miliki Ruang Laktasi

Pasar Tradisional Depok Jaya

Pasar tradisional yang berada di Kota Depok. (foto: netizen)

 

Sugawa.id – Enam pasar tradisional yang berada di Kota Depok hampir seluruhnya belum tersedia fasilitas laktasi atau ruangan khusus bagi ibu yang ingin menyusui bayinya.
Enam pasar tradisional di Kota Depok yakni, Pasar Kemirimuka, Pasar Agung, Pasar Musi, Pasar Sukatani, Pasar Cisalak dan Pasar Tugu. 

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Cisalak, Budi Haryanto mengutarakan, bahwa dari enam pasar tradisional yang berada di Kota Depok hanya Pasar Cisalak yang dilengkapi ruang laktasi. 

“Di Kota Depok hanya Pasar Cisalak. Selaku pengelola, kami mempunyai kewajiban menyediakan pojok air susu ibu (ASI) karena sehari-hari kami melihat banyak pedagang atau pengunjung yang kesulitan mencari tempat yang nyaman untuk menyusui anak mereka,” kata Budi saat dihubungi wartawan, Kamis (26/8/2021). 

Menurut dia, ruang laktasi yang tersedia di Pasar Cisalak mampu menampung kurang lebih 10 orang ibu yang ingin menyusui. Rencananya, pasar yang berlokasi di Jalan Raya Bogor, Kelurahan Pasar Cisalak, Kecamatan Cimanggis itu bakal diusulkan memiliki sertifikat standar nasional indonesia (SNI). 

“Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Provinsi Jawa Barat mau mengusulkan ke Badan Sertifikasi Nasional Kementerian Perdagangan RI,” ujarnya. 

Di wilayah Jawa Barat, dikatakan Budi, ada sekitar 700 pasar tradisional. “Tapi yang diusulkan untuk SNI cuma Pasar Cisalak,” imbuhnya.

Pengusulan itu, sambung dia, lantaran fasilitas gedung sudah memenuhi syarat dan pedagang sudah sesuai dengan zonasi. 

“Lainnya, memiliki ruang kesehatan dan pojok laksasi sudah tersedia, gang way pedagang sudah memenuhi syarat minimal 1,5 meter, dan sudah ada pengelolaan air limbah (IPAL), ” pungkasnya. (ter)


Share :