FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Azmi Abubakar : Pembangunan Tangsel Tak Boleh Gerus Budaya Lokal

Azmi Surya ok

Pendiri Museum Pustaka Peranakan Tionghoa Azmi Abu Bakar saat menerima kunjungan Wamen Agraria Surya Tjandra ke museum awal Agustus 2020 lalu. (Foto Dok Pribadi)

Sugawa.id – Pemerhati budaya Azmi Abu Bakar menilai modernisasi dan pembangunan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) punya kecenderungan menggerus budaya lokal yang berkembang di masyarakat. Karena itu, masyarakat Tangsel tak boleh meninggalkan budaya sebagai kearifan lokal walaupun proses pembangunan dan modernisasi kota terus berjalan.

“Intinya, budaya tetap harus diperhatikan dalam pembangunan kota termuda Provinsi Banten ini. Sebelum pandemi Covid 19 lalu, saya banyak mengunjungi situs-situs budaya yang ada di Tangsel. Sayang banyak yang belum dapat perhatian dari pemerintah daerah, padahal melalui budaya kita bisa menciptakan keseimbangan dalam masyarakat,” tutur pendiri Museum Pustaka Peranakan Tionghoa Azmi Abu Bakar kepada Sugawa.id, Rabu (5/8/2020).

Pria berdarah Aceh ini menyatakan melalui kebudayaan, Kota Tangsel dapat menunjukkan betapa kayanya kota yang dihuni oleh beragam suku di Indonesia ini. “Tangsel ini kan seperti miniatur budaya Indonesia. Ada suku Sunda, Betawi, Jawa, Tionghoa, Padang, Batak atau Aceh. Sehingga Tangsel sangat berwarna dan prural. Banyaknya budaya ini kan potensi bagi daerah. Jadi modernisasi boleh berlangsung, tapi budaya jangan tergusur,” kata jebolan Intitut Teknologi Indonesia (ITI) Serpong ini.

Dia menuturkan, perlu ada itikad baik pemerintah daerah untuk memperhatikan sektor budaya ini. “Mungkin salah satunya dengan mengeluarkan Perda khusus tentang cagar budaya di Tangsel. Dengan adanya payung hukum, nantinya orang bisa menikmati banyak budaya di Tangsel ini,” katanya.

Mantan aktivis 98 ini juga berharap melalui budaya, Kota Tangsel juga dapat menciptakan kesetaraan antara satu etnis dengan etnis yang lain. “Pokoknya harus ada kesetaraan, jangan ada lagi diskriminasi terhadap salah satu golongan. Semua harus bersatu untuk kemajuan kota ini,” katanya.

Azmi sendiri selama ini dikenal luas oleh masyarakat karena keunikannya mendirikan musium Pustaka Peranakan Tionghoa. Bagi pria kelahiran 3 Maret 1963, kala membuka museumnya ini pada tahun tahun 2011 disebabkan karena kebiasaannya mengumpulkan buku-buku sastera peranakan Tionghoa. Sebagai pedagang buku bekas, dia mulai mengumpulkan karya para sasterawan peranakan Tionghoa ini.

“Saya mengumpulkan buku-buku ini sedikit demi sedikit, saat saya masih menjadi pedagang buku bekas. Setelah buku-buku itu mencapai puluhan ribu, maka saya baru berani mendirikan musium ini. Awalnya yang datang justru lebih banyak peneliti dari luar negeri, tapi belakangan peneliti lokal juga banyak yang datang. Ada dari kalangan pelajar, mahasiswa sampai kedatangan Wamen Agraria Surya Tjandra,” kata Azmi.

Baginya, selama ini budaya Tionghoa seperti terpinggirkan di negeri ini. Padahal banyak sekali nilai-nilai budaya yang dikandung dari literasi sastera Melayu Tionghoa ini. “Semakin dibaca, saya semakin terkaget-kaget dengan kisah-kisah orang Indonesia keturunan Tionghoa yang banyak berkontribusi bagi bangsa ini!” papar pria yang diberi nama Tionghoa Lie Se Ming oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) ini.

Azmi mengaku salah satu tokoh Tionghoa yang dia kagumi adalah Laksamana John Lie yang dinobatkan sebagai pahlawan nasional. Baginya sumbangsih John Lie adalah bukti dari kontribusi etnis Tionghoa bagi negeri ini. “Di musium ini, mungkin adalah tempat paling lengkap dalam menyimpan arsip John Lie. Ada ribuan surat-surat penting dari yang bersangkutan di musium ini,” tutup Azmi.

Hingga saat ini Museum Pustaka Peranakan Tionghoa adalah musium terbesar tentang literatur kesasteraan Tionghoa di tanah air. Ada sekitar 30 ribu lebih koleksi musium ini. Baik itu berupa buku, majalah ataupun manuskrip-manuskrip kuno tersimpan rapi di sana.(wib)

Share :