FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Asyiknya Cara Putri Kapolri Ajak Anak-Anak Jaga Lingkungan

Beginilah gaya milenial berkontribusi mengajak anak- anak peduli lingkungan. Meluncurkan sebuah karya apik. Buku Aku dan Laut Indonesia karya Firda Athira Azis yang bisa dicerna dan bikin asyik anak-anak untuk peduli lingkungan. (Foto : dokumen pribadi untuk Sugawa.id)

WAKATOBI- Pagi itu, cuaca cerah. Angin semilir sepoi. Sesekali terdengar suara burung berkicau. Keceriaan bertambah tatkala melihat wajah-wajah menggemaskan. Ya. Sebanyak 165 anak di Wakatobi tampak menikmati keasyikan. Selasa (17/12/2019), mereka diajak meluncurkan buku Aku dan Laut Indonesia oleh lembaga sosial dan kemanusiaan Yayasan Firda Athira Foundation (FAF).

Mereka yang hadir di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Falah di Patuno, Wangi Wangi, Wakatobi, Sulawesi Tenggara ini itu dari beragam sekolah. Antara lain SD 1 Patuno, SD 2 Patuno, SD Waelumu, serta MI Nurul Falah.

Mereka cukup terpesona memerhatikan karya Firda Athira Azis. Buku setebal 38 halaman dengan desain visual gaya animasi film-film Hollywood. Ini garapan Diecky Suprayogi, Bagus Saputro, dan Dinda dari Dipadira Studio. Misinya oke. Mengajak anak-anak mencintai dan menjaga kelestarian laut Indonesia.

“Sebagai generasi langgas (generasi milenial), saya berpikir bahwa sudah saatnya saya ikut aktif memberikan edukasi kepada anak-anak Indonesia mencintai laut Indonesia,” ujar Direktur dan Co-Founder FAF Firda Athira Azis setelah peluncuran buku seperti dalam surat elektroniknya kepada media ini.

Siswi kelas 3 salah satu SMA Negeri di Jakarta yang bercita-cita menjadi dokter itu berharap, para anak Indonesia peduli dan saling bahu-membahu menjaga laut di daerahnya masing-masing.

“Dengan menjaga laut Indonesia, berarti kita berkontribusi juga dalam menjaga kelestarian biota laut Indonesia yang sangat kaya,” tutur putri Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Polisi Idham Azis yang aktif berkegiatan sosial dan kemanusiaan itu.

Pada kesempatan yang sama, Pendiri dan Pembina Firda Athira Foundation Dwi Prihandini menambahkan, generasi langgas memiliki kekuatan mengakses informasi dan menyebarkan informasi dengan cepat. “Tak hanya itu, jumlah populasi mereka yang cukup besar yaitu sekitar 84 juta orang merupakan kekuatan baru yang dapat membawa perubahan positif,” ujar perempuan yang juga inspirator nasional Kementerian Pemberadayaan Perempuan dan Perlindungan Anak itu.

Sebagai sebuah negara yang memiliki komposisi laut sebesar 75 persen, Dwi menilai, upaya positif yang dilakukan oleh Firda Athira Azis untuk mempersuasi lewat kegiatan ini patut diapresiasi.

“Harapan saya, dengan adanya buku ini, semakin banyak remaja yang memiliki kepedulian terhadap laut Indonesia. Juga semakin banyak anak Indonesia yang tergugah hatinya untuk mencintai laut Indonesia serta menjaga biota lautnya,” jelas psikolog perdamaian, yang juga direktur Clerry Cleffy Institute ini.

Menurut Dwi, pada peluncuran buku ini, anak-anak mendapatkan goody bag dari Firda Athira Foundation. Isinya antara lain tas sekolah, tas kain blacu, satu pak buku tulis, pouch, dan tumbler air minum. “Kami sengaja memberikan tumbler air minum untuk mengedukasi anak-anak agar mengurangi penggunaan botol plastik air mineral. Sebab botol plastik bekas kemasan air mineral ikut menyumbang sampah pada pantai beberapa daerah di Indonesia. Semoga di Wakatobi tidak,” harap Dwi.

Selain masing-masing murid dan kepala sekolah mendapatkan buku Aku dan Laut Indonesia sekolah yang hadir juga diberikan alat permainan ular tangga raksasa. (cok)

Share :