FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Wuih! Komisioner KPU Pusat Kena OTT

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar.  (foto: farah.id)

 

Sugawa.id– Operasi tangkap tangan (OTT) kembali dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setelah OTT terhadap bupati Sidoarjo dan sejumlah orang pada Selasa (7/1/2020), lembaga antirasuah memperlihatkan taringnya. Sehari kemudian, tepatnya Rabu (8/1/2020), KPK yang kini dipimpin Firli Bahuri itu mengamankan salah seorang Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat Wahyu Setiawan (WS).

Dikonfirmasi sugawa.id, Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar membenarkan OTT tersebut. ’’Iya OTT. Kemarin (Selasa, Red), Sidoarjo dan tadi siang KPU nas komionser. WS,’’ tulis Lili melalui WA, Rabu (8/1/2020) sore. 

Apakah OTT dilakukan setelah penyadapan sehingga meminta izin Dewan Pengawas KPK? ’’Kan soal OTT tidak harus sadap. Bisa karena dikuntit, bisa karena pengembangan. Sadap hanya salah satu alat, tapi bangun konstruksi kasus bisa lama,’’ terangnya.

Seperti OTT sebelumnya, KPK belum memberi penjelasan rinci mengenai operasi tersebut. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap mereka yang terjaring OTT. Setelahnya KPK akan mengumumkan status hukum dari mereka. Saat ini, masih berstatus terperiksa. Rencananya, KPK akan menggelar jumpa pers pada Kamis (9/1/2020). ’’Besok baru tahu detail kasus apa, terkait apa, barang bukti apa saja. Besok ekspose pagi,’’ imbuh Lili.

Kabarnya, WS diduga terlibat dalam transaksi suap. Penangkapan dilakukan terhadap para pelaku yang diduga sedang melakukan tindak pidana korupsi berupa suap. Pemberi maupun penerima suap ditangkap.

Sebelumnya, OTT dilakukan KPK terhadap kepala daerah di Sidoarjo, Jawa Timur. Ini sekaligus OTT yang kali pertama sejak pimpinan KPK di bawah nakhoda Firli Bahuri dilantik pada 20 Desember 2019.

Plt Jubir KPK Ali Fikri mengatakan, OTT ini berkaitan dengan proyek pengadaan barang dan jasa. “KPK telah mengamankan seorang kepala daerah dan beberapa pihak lainnya di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur,” kata Ali Fikri, Selasa (7/1/2020).

Terpisah, Wakil Ketua Komisi II DPR Arwani Thomafi mengatakan, pihaknya minta kepada penyelenggara pemilu, khususnya KPU pusat, KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota untuk tetap fokus bekerja. ’’Menyiapkan proses tahapan pilkada serentak pada September 2020 mendatang,” ujarnya tawan, Rabu (8/1/2020).

Dijelaskan, peristiwa OTT yang menimpa komisioner KPU ini harus menjadi peringatan keras bagi seluruh stakeholder penyelenggara pemilu untuk memastikan bekerja sesuai dengan koridor hukum dan etik.

Sekadar diketahui, komisioner KPU terdiri atas  Pramono Ubaid Tanthowi, Wahyu Setiawan, Hasyim Asyari, Ilham Saputra, Viryan Azis, Evi Novida Ginting Manik, dan Arief Budiman. Ketua KPU Arief Budiman mengaku prihatin atas kasus yang menjerat Wahyu Setiawan. Arief menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada penegak hukum. (tho)

Share :