FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Wakil Ketua MPR Apresiasi Wacana Kapolda dari Kalangan Polwan

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. Dok : Sugawa.id

 

Sugawa.id – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengapresiasi kejelian Kapolri Jenderal Idham Aziz dalam mencermati kapasitas dan kapabilitas polisi perempuan untuk dipromosikan sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda). Sekalipun 10 tahun lalu telah ada polisi perempuan polisi yang menjabat Kapolda.

“Saya mengapresiasi Kepolisian Republik Indonesia yang menerapkan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki dalam menjalankan karier di institusinya,” kata Lestari, Jumat (14/2/2020) menanggapi rencana Kapolri mengangkat polisi wanita (Polwan) sebagai Kapolda dalam tiga bulan ke depan.

Sebelumnya di lingkungan Kepolisian RI pemberdayaan dan kesetaraan perempuan dalam hal karier memang sudah terlihat, salah satunya dengan ditunjukknya Brigjen (Purn) Rumiah Kartoredjo sebagai Kapolda Banten pada Januari 2008 sampai Februari 2010.

Menurut perempuan yang akrab disapa Rerie ini, keberadaan polisi wanita yang memiliki bintang merupakan salah satu bukti keseriusan dan political will Kepolisian RI dalam mengedepankan kesetaraan gender dalam pemberdayaan sumber daya manusia di lingkungan Bhayangkara Negara itu. Bila tiga bulan mendatang ada perempuan yang menjabat Kapolda, menurut Legislator NasDem ini, hal itu mencerminkan konsistensi institusi kepolisian dalam upaya pemberdayaan perempuan.

Sampai Kapolri
Ketua Indonesian Female Lawyer Club (IFLC) Nur Setia Alam manyatakan kebijakan Kapolri akan mengangkat seorang Polwan jadi Kapolda adalah sesuatu yang baik dan cerminan bahwa Kapolri memberi kesempatan kepada polwan untuk menunjukkan kesetaraan gender. Hal ini seiring dengan perkembangan zaman serta melaksanakan amanah dari Pancasila dan UUD 1945, dimana perempuan dan laki-laki mempunyai hak yang sama.

“Kalau bisa jangan hanya sebatas kapolda, kalau bisa suatu saat ada kapolri dari kaum perempuan. Sehingga kesan Tirani Patriakhi bisa terpecahkan,” kata Nur Setia kepada Sugawa.id, Jumat (14/2/2020).

Nur berpendapat, dengan memberikan polwan posisi ini, Kapolri akan menjadi perpanjangan tangan dari kehendak presiden dalam masalah kesetaraan gender yang saat ini sedang digaungkan, sehingga apa yang dilakukannya layak diacungkan jempol. Namun Nur masih prihatin dengan jumlah jenderal perempuan di Indonesia masih dirasa sangat kecil dibandingkan kaum laki-laki. Apalagi jumlahnya kurang dari 10 % jumlah jenderal yang ada.

Dia juga berharap seyogyanya, Polri segera membentuk Badan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan sudah layak posisi pimpinannya diisi oleh jenderal perempuan yang ada. “Tak hanya PPA, Direktorat Siber juga perlu segera dibentuk dan biar lembaga itu dipimpin oleh polisi wanita. Sehingga kasus-kasus perempuan yang menjadi korban kejahatan siber mendapat perhatian khusus dari jenderal perempuan yang mengemban tugas ini,” kata Wakil Bendahara Peradi ini.

Seperti diberitakan sebelumnya Kapolri Jenderal Idham Azis menaikkan pangkat sebanyak 42 perwira tinggi (Pati) Polri. Dari 42 Pati tersebut, dua di antaranya merupakan wanita. Idham Azis mengatakan dua wanita polisi yang naik pangkat dan menyandang bintang di pundak sebagai bentuk kesetaraan antara perempuan dan laki-laki di tubuh Polri. Dia pun mewacanakan bahwa dalam beberapa bulan ke depan ada Polwan yang bisa menjadi Kapolda. (wib/cok)

Share :