FOKUS :

Darurat Stok Darah, PMI Gelar Gebyar Pekan Kemanusiaan

Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten menggelar Gebyar Pekan Kemanusiaan Banten Berdonor. (Foto: Ist)     Sugawa.id – Banten memasuki...

BACK_BANNER_DOG

Vaksinasi Guru dan Tenaga Kependidikan, PGRI: Guru Honorer Harus Diperhatikan

Vaksinasi

Acara daring terkait program vaksinasi guru dan tenaga kependidikan. (Foto: Ist)

 

Sugawa.id – Pemerintah telah melakukan vaksinasi terhadap guru dan tenaga kependidikan. Data vaksinasi bagi guru dan tenaga kependidikan salah satunya dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi menegaskan, basis data vaksinasi guru dan tenaga kependidikan harus dari angka riil di lapangan. “Jangan hanya data dari Dapodik. Nanti para guru honorer tidak tersasar program vaksinasi,” ujar Unifah Rosyidi dalam keterangannya, Sabtu (27/2/2021).

Unifah mengingatkan, jangan sampai program vaksinasi bagi guru dan tenaga kependidikan kemudian menjadi polemik di lapangan. Sebab, guru honorer yang belum terdata dalam Dapodik tidak tersentuh program vaksinasi.

“Kami tawarkan solusi agar data riil di lapangan menjadi pegangan. Ini untuk memastikan yang mendapatkan vaksin adalah guru yang menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM),” katanya.

Unifah mengatakan, antusias para guru untuk memutus mata rantai pandemi ini harus diimbangi dengan prosedur dan basis data yang lebih menyeluruh. Apalagi vaksin tersebut menjadi prioritas supaya proses belajar mengajar kembali berjalan normal.

Perlu diketahui, data dari Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), jumlah guru saat ini mencapai 3.357.935 orang. Dari jumlah itu, yang berstatus PNS sebanyak 1.607.408 orang. Sisanya atau lebih dari 50 persen non PNS atau honorer.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (GTK Dikmensus) Ditjen GTK Kemendikbud, Yaswardi mengatakan, pihaknya dan Kemenag telah menyiapkan data pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) yang mengikuti vaksinasi.

Jadwal dan lokasi vaksinasi tersebut, menurutnya akan diinformasikan oleh disdik, dinkes dan kanwil kemenag masing-masing daerah. “Mereka yang sudah terdaftar cukup membawa identitas diri ke lokasi vaksinasi yang ditentukan pemda,” ujarnya.

Bagi PTK yang belum terdaftar, menurutnya, pelu membawa surat pernyataan dari pimpinan satuan pendidikan dan membawa ke lokasi vaksinasi. “Jadi basis data vaksinasi guru tidak terfokus pada Dapodik Kemendikbud saja, tetapi juga data Satuan Tugas Penanganan Covid-19,” katanya. (nas)

Share :