FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Tinggal Pilih, Move On Atau Mundur

Pengamat Komunikasi Emrus Sihombing. (Foto: infobreakingnews.com)

 

Sugawa.id- Pimpinan Komisi Pemberantasn Korupsi (KPK) periode 2019 – 2023 sudah dilantik. Mereka resmi menjadi pimpinan KPK kita empat tahun ke depan. Pegawai KPK hendaknya mengikuti aturan atau instruksi pimpinan. Termasuk sejumlah pegawai atau staf lembaga antirasuah tersebut yang beberapa waktu kabarnya sempat ada yang menolak UU KPK yang baru dan beberapa calon pimpinan baru KPK.

Pengamat Komunikasi Emrus Sihombing mengatakan, sebagian karyawan KPK, beberapa waktu lalu, memang memperbincangkan penolakan capim KPK yang baru. ’’Mereka harus mempunyai tanggung jawab moral atas tindakan komunikasi mewacanakan penolakan tersebut. Sebab, pesan komunikasi yang dilontarkan ke ruang publik tidak bisa ditarik kembali. Tetap berbekas di peta kognisi khalayak publik, sekalipun boleh jadi dengan minta maaf,’’ jelasnya dalam keterangan pers, Selasa (24/12/2019).

Bahkan, lanjutnya, ada hal yang bisa dilakukan dari dua pilihan, move on atau mundur. ’’Mereka amat sulit menegakkan kepalanya ketika berinteraksi dengan sesama karyawan, apalagi berhadapan dengan lima pimpinan KPK yang baru. Jika tetap bertahan di KPK, tampaknya tidak lebih hanya sebagai pelaksana semata dari si pemberi ’’tugas”. Oleh karena itu, menurut saya, lebih baik mundur dari KPK,’’ jelasnya.

Doktor yang mengajar di Universitas Pelita Harapan itu menyampaikan alasannya. Mundur dari KPK, menurutnya, lebih produktif. ’’Di luar KPK, mereka bisa membentuk organinasi mantan wadah pegawai KPK yang mendukung pemberantasan korupsi di tanah air yang berfungsi mengawasi program dan kinerja pimpinan KPK serta Dewan Pengawas KPK. Ini jauh lebih elegan daripada tindakan move on,’’ ungkap direktur eksekutif EmrusCorner itu. (cok)

Share :