FOKUS :

RUU PKS “Kalah Seksi” dari Omnibus Law Cipta Kerja

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) kalah seksi dengan UU Cipta Kerja. Buktinya meski telah dibahas hampir 6 tahun, RUU ini...

1-min

Tim Siber Bareskrim Polri Ungkap Pembobol Rekening Nasabah dengan Kerugian 21 Milyar

Argo pembobolan grab ok

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono memberi keterangan terkait pembobolan rekening nasabah (Sugawa.id).

Sugawa.id – Tim Siber Bareskrim Polri mengungkap kasus pembobolan akun nasabah bank dan aplikasi transportasi online Grab. Para pelaku mampu membobol dan menghasilkan kerugian hingga Rp 21 miliar.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan pihak perbankan dan transportasi online Grab pada Juni 2020 lalu. “Intinya mereka (perbankan dan Grab) mengalami kerugian yang dilaporkan sekitar Rp 21 miliar,” kata Argo, Senin (5/10/2020).

Bareskrim kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil menemukan pelaku di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan. Para pelaku berjumlah 10 orang yakni AY, JL, GS, K, J, dan RP, KS, JP, PA dan A.

“Pelaku sekitar 10 orang diambil Senin subuh sekitar jam 4 pagi. Saat ditangkap pelaku tak melakukan perlawanan,” paparnya.

Para pelaku kemudian dibawa ke Bareskrim Polri, setelah dilakukan pemeriksaan mereka telah menjalankan aksinya sejak 2017 hingga saat ini. Para tersangka memiliki peran masing-masing dan tergolong rapi. Mereka memiliki tim IT, hingga pengumpul rekening para korbannya.

“Jadi dari sepuluh tersangka, AY adalah kaptennya. Dia yang mengendalikan operasinya, dan yang lain persiapan IT dan sebagainya,” tambah Argo.

Adapun modus para pelaku sendiri dengan cara meminta pasword dari OTP (One Time Pasword) bank milik korban. Para pelaku seolah-olah dari pihak bank kemudian meminta password tersebut. “Jadi dia (pelaku) telepon nasabah bank, kita tidak sadar kemudian memberi password itu.
Setelah itu semua bisa dibobol mereka bisa melihat saldo dan mentransfer ke rekening penampungan ada beberapa rekening,” jelasnya.

Adapun dalam kasus ini polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa laptop, handphon, ATM, buku tabungan, dan uang. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya para pelaku dijerat dengan UU ITE dan KUHP yaitu Pasal 30 ayat 1 jo Pasal 46 ayat 1, dan Pasal 32 jo Pasal 48 UU ITE, dan Pasal 363 KUHP dengan ancaman 6 sampai 10 tahun penjara.(elo)

Share :