FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Tiga Penyebar Hoax Corona Ditangkap

hoax kelapa gading ok

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (tengah) memberi keterangan pers terkait hoax Kelapa Gading. (Ucok/Sugawa.id)

 

Sugawa.id – Tiga orang penyebar video hoax bahwa di dekat cafe OTW Kawasan Kelapa Gading terdapat orang yang terkena virus corona (Covid-19). Ketiga tersangka adalah RI als I yang berperan sebagai pembuat video dan pemberi suara, H alias O tukang ojek online yang membantu RI ketika merekam berita bohong/ hoax dan JAT sebagai pihak yang memviralkan di media sosial dengan nama akun JOHN AGUSTINUS. Tersangka RI dan O saling mengenal, namun mereka tidak mengenal tersangka JAT.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yunus Yusri dan Kapolres Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi, Senin (29/3/2020) menuturkan video hoax tersebut dibuat setelah pada Kamis (26/3/2020) dilaksanakan kegiatan penyemprotan cairan disinfektan di sekitaran OTW Food Street. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pemkot, TNI, Polri dan bekerjasama dengan PMI Jakarta Utara. Saat kegiatan berlangsung banyak masyarakat menyaksikan peristiwa itu.

Namun setelah acara itu, tersebar hoax bahwa “dekat cafe OTW terdapat orang yang terkena virus corona (Covid-19), sehingga petugas sudah banyak yang turun ke TKP, masyarakat sekitar sudah banyak yang diperiksa, dan yang terkena virus Corona masih muda, pasti ada yang terkena makanya banyak yang jagain dan yang lain gak boleh keluar. Harap Berhati-Hati Warga Kelapa Gading sudah beberapa Positif Corona” begitu pesan hoax tersebut.

Menanggapi hal itu, polisi langsung menyelidiki hal itu karena penyebaran berita bohong di Media sosial maupun chatting telah mengakibatkan keresahan di warga sekitar Kelapa Gading.

“Akhirnya polisi berhasil menangkap para tersangka dan saat diperiksa, masing-masing dari tersangka memiliki motif sama, yaitu hanya ingin memberikan informasi kepada keluarga dan masyarakat untuk menghindari daerah kelapa gading agar tidak terinfeksi COVID-19 (virus corona), dan dalam memposting hal tersebut tersangka tidak mendapatkan imbalan berupa biaya ataupun jasa,” ujar Yusri.

Kabid Humas Polda Metro Jaya ini mengungkapkan atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal 45A ayat(1) UU 19 Tahun 2016 ttg perubahan atas UU 11 tahun 2008 ttg ITE dan 15 UU No. 1 Tahun 1946 ttg Peraturan Hukum Pidana. (cok)

Share :