FOKUS :

Ketika Edhy “Tersandung” Benih Lobster

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus ekspor benih lobster. Dalam kasus...

1-min

Tetap Sederhana, Tak Ada yang Berubah meski Jadi Pimpinan KPK

Lima pimpinan KPK periode 2019-2023 yang telah dilantik Presiden Jokowi sudah ditunggu pekerjaan rumah. Tampak Lili Pintauli Siregar (duduk, kedua dari kiri) bersama suaminya, Ali Muhammad Nur (duduk berjas), anak-anaknya, dan keluarganya. (foto: dok.pribadi)

sugawa.id-Era baru pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru. Ya, meski pimpinan KPK sebelumnya sempat merasakan UU Nomor 19 Tahun 2019 yang baru, tapi hanya sebentar. Pimpinan baru KPK periode 2019-2023 di bawah nakhoda Firli Bahuri sudah dilantik. Firli Bahuri, Nurul Ghufron, Lili Pintauli Siregar, Nawawi Pomolango, dan Alexander Marwata, dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (20/12/2019). Dari lima pimpinan itu, hanya Alexander Marwata yang muka lama. Dia terpilih kembali.
Mereka membaca sumpah jabatan di hadapan Jokowi. Selain melantik pimpinan KPK periode 2019-2023, Jokowi juga melantik Dewan Pengawas KPK. Dewan Pengawas KPK terdiri atas Tumpak H Panggabean (ketua), Artidjo Alkostar, Albertina Ho, Harjono, dan Syamsudin Haris.

Setelah dilantik, para pimpinan KPK tersebut melakukan serah terima dengan pimpinan KPK sebelumnya di gedung KPK, Jakarta. Mantan Ketua KPK Agus Rahardjo menitipkan pekerjaan rumah (PR) kepada pimpinan baru. Salah satunya berkaitan dengan temuan-temuan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Data dari PPATK, lanjut Agus, banyak yang sudah sangat jelas sekali indikasi pidananya. Untuk itu, dia berharap kepada Firli Bahuri sebagai ketua KPK yang baru dapat lebih aktif menuntaskannya.
Sedangkan Firli mengatakan, masih harus mempelajari kasus per kasus di lembaga yang kini dipimpinnya. Termasuk soal temuan PPATK mengenai rekening kasino sejumlah kepala daerah.
Sedangkan Lili saat ditanya soal target seiring telah berlakunya UU KPK baru, mengatakan, target belum ada.’’Kan kolektif kolegial. Jadi semua harus diputuskan bersama,’’ ucapnya, dihubungi Jumat (20/12/2019). Dia juga menyampaikan, meski telah dilantik sebagai pimpinan KPK, dia akan tetap sederhana. ’’Tak ada yang berubah. Semua sama. Tetap taat pada aturan, komitmen, sederhana, dan seperti biasa bisa urus dapur, hahaha,’’ tambahnya.

Pimpinan KPK dan Dewan Pengawas KPK juga membacakan pakta integritas saat prosesi serah terima jabatan di KPK. Mereka bersedia dihukum pidana bila melanggar pakta integritas itu. Setelah itu, mereka menandatangani pakta integritas. (tho)

Share :