FOKUS :

Selama Pandemi Covid-19, Gugatan Cerai di Depok Lebih Banyak

Pengadilan Agama (PA) Kota Depok, Jawa Barat. (foto: sugawa.id)   Sugawa.id – Pandemi Covid-19 tampaknya bukan hanya mempengaruhi perekonomian. Namun,...

BACK_BANNER_DOG

Terlibat Narkoba, IPW Minta Kapolsek Astana Anyar Dijatuhi Hukuman Mati

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane. (Foto: Ist)

 

Sugawa.id – Indonesia Police Watch (IPW) menyoroti kasus Kompol Yuni Purwanti, Kapolsek Astana Anyar Kota Bandung yang diamankan Propam Polda Jabar karena diduga bersama sebelas anggotanya menggelar pesta narkoba.
Menurut Ketua Presidium IPW Neta S Pane, yang dilakukan Kapolsek wanita di Bandung itu adalah tantangan bagi kapolri Listyo Sigit Prabowo bahwa narkoba bisa masuk menggerogoti institusi kepolisian.

“Itu adalah tantangan bagi Kapolri baru bahwa narkoba bukan hal main-main lagi, tapi sudah menggerogoti jantung kepolisian dimana seorang Kapolsek perempuan tega-teganya memimpin anak buahnya untuk narkoba bareng,” tutur Neta, Jumat (19/2/2021).

IPW melihat kasus polisi terlibat narkoba selalu berulang. Namun inilah yang pertama kali ada serombongan polisi ditangkap karena terlibat narkoba dan ‘pesta’ narkoba itu dipimpin seorang Kapolsek wanita.

“Ke-12 polisi yang menggunakan narkoba itu seperti gerombolan mafia narkoba yang sedang beraksi, yang dipimpin bosnya, seorang Kapolsek wanita. Bagaimana pun kasus yang sangat memalukan ini merupakan pukulan telak bagi Polri, khususnya bagi kapolri baru,” tegasnya.
Neta berharap kasus ini diusut tuntas agar diketahui apakah ke-12 polisi itu merupakan bagian dari sindikat narkoba di Jawa barat atau hanya sekadar pemakai. Tapi mengingat jumlah mereka begitu besar patut diduga mereka adalah sebuah sindikat.
“IPW berharap dalam proses di pengadilan, ke 12 polisi itu dijatuhi vonis hukuman mati karena sudah mempermalukan institusi polri dan mencederai rasa keadilan publik,” tandasnya. (yah)

Share :