FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Shabu Asal Malaysia Diselundupkan dengan Modus Pengiriman Ikan Asin

Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono memberikan keterangan pers terkait penyelundupan Shabu dari Malaysia, Selasa (21/1/2020). Dok Foto Humas Polri untuk Sugawa.id.

Sugawa.id – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri berhasil menggagalkan usaha penyelundupan 70 kilogram shabu yang dilakukan sindikat pengedar narkotika jaringan Malaysia- Sumatera – Jakarta menggunakan modus pengiriman disamarkan sebagai komoditi seperti ikan asin dan kopi.

Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono, Selasa (21/1/2020) menyatakan kasus ini bermula ketika Bareskrim mendapat informasi tentang adanya penyelundupan narkoba dari Malaysia lewat jalur laut melalui Selat Malaka, perairan Bagan Siapi-api, Rokan Hilir, Riau. Dari Riau, barang haram tersebut akan dikirim ke Jakarta lewat jalur darat.

“Pelaku melakukan penyelundupan dengan menggunakan jasa ekspedisi dan menggunakan modus menyamarkan narkoba jenis shabu itu dalam dua kardus dengan klaim sebagai komoditi ikan asin dan kopi agar tidak terdeteksi. Barang yang memiliki berat 45 kilogram tersebut akan diterima dua orang anggota sindikat berinisial DN alias AH dan SB alias KB di Kawasan Ruko Sepatan Mas, Jalan Raya Mauk, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang,” ujar Argo.

Dia menjelaskan, setelah berhasil menangkap AH dan SB, polisi lalu melakukan pengembangan ke tempat tinggal tersangka di Gang Mushollah, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan yang sekaligus menjadi gudang penyimpanan narkoba.

“Di rumah tersangka, polisi menemukan kembali barang bukti Shabu seberat 25 kilogram yang dikemas bersama kopi dan ikan asin. Atas perbuatan itu, para tersangka akan dijerat dengan pasal 114 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hikuman maksimal pidana mati serta denda maksimal Rp 10 milyar,” ujar mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini. (wib)

Share :