FOKUS :

Ketika Edhy “Tersandung” Benih Lobster

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus ekspor benih lobster. Dalam kasus...

1-min

Sekolah Tatap Muka Mulai Januari, Masker Tak Boleh Lepas

Nadiem

Mendikbud Nadiem Makarim Foto: kemdikbud.go.id

Sugawa.id– Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberi izin sekolah melaksanakan kegiatan tatap muka mulai Januari 2021. Untuk pelaksaan sekolah tatap muka, sejumlah aturan harus dipatuhi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menegaskan, sekolah harus membatasi jumlah siswa yang melakukan pembelajaran tatap muka. “Kebijakan yang ketat harus tetap dilaksanakan. Yang pertama, ini adalah standar, bahwa yang terpenting adalah kapasitas pembelajaran maksimal itu sekitar 50 persen dari rata-rata,” ujar Nadiem dalam konferensi pers secara online, Jumat (20/11/2020).

Nadiem mengingatkan kepada semua sekolah untuk tidak menampung seluruh siswa dalam waktu bersamaan. “Mau tidak mau semua sekolah harus melakukan rotasi atau shifting. Tidak boleh kapasitas (pembelajaran) full. Harus dengan rotasi,” ujarnya.

Pengertian rotasi atau shifting adalah para siswa melakukan pembelajaran tatap muka secara bergiliran. Sehingga, di satu saat hanya ada setengah dari kapasitas kelas yang melakukan pembelajaran tatap muka.

Secara lebih rinci, Mendikbud memaparkan jumlah maksimal siswa yang bisa belajar di sekolah. “Jumlah maksimal peserta didik di PAUD hanya 5 anak. Jadi biasanya 15 anak, sekarang hanya 5 anak,” tuturnya.

“Kedua, jumlah peserta didik di pendidikan dasar dan menengah sebanyak maksimal 18 anak per kelas, dari yang biasanya 36 anak,” ujar Nadiem.

Sementara itu, untuk pendidikan di SLB maksimal hanya memperbolehkan lima anak dalam suatu kegiatan belajar tatap muka.

Mendikbud menegaskan, sistem shifting ini harus dilaksanakan. Nadiem meminta seluruh kepala daerah dan kepala dinas pendidikan di daerah mencermati hal ini.

“Karena hanya dengan cara itu kita bisa jaga jarak sampai 1,5 meter atau social distancing di dalam kelas,” kata Nadiem.

Kemendikbud juga mewajibkan semua pihak menggunakan masker saat kegiatan belajar-mengajar di sekolah telah dibuka. “Tidak ada negosiasi di sini. Semua anak, guru dan semua tenaga pendidik harus pakai masker, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak dan terapkan etika batuk dan bersin,” katanya.

Sekolah juga harus memastikan kondisi kesehatan warga satuan pendidikannya.

Menurut Nadiem, satuan pendidikan yang memiliki komorbid atau penyakit bawaan tidak boleh melakukan kegiatan belajar tatap muka di sekolah. “Sebab kalau mereka punya komorbiditas, risiko mereka kakau kena Covid-19 jauh lebih besar,” tuturnya. (gas)

Share :