FOKUS :

Langkah Polri Tangkap Penimbun Masker di Sejumlah Daerah

Sugawa.id – Maraknya aksi penimbunan masker berhasil dibongkar jajaran kepolisian dalam beberapa hari berselang. Sejumlah kasus penggerebekan pelaku dan pembongkaran...

Banner DUKA CITA SUGAWA

Sebar Hoax Nakhoda Positif Corona, Polda Riau Ciduk ABK Calvin

WhatsApp Image 2020-03-17 at 21.36.33 (1)

Jajaran Polda Riau saat gelar perkara. (foto: sugawa.id)

 

Sugawa.co.id- Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepulauan Riau menangkap satu pelaku penyebaran berita bohong atau hoax terkait isu virus Corona atau Covid-19. Pelaku berinisial H merupakan seorang anak buah kapal (ABK) Kapal Calvin.

Kepala Bidang Humas Polda Kepri, Komisaris Besar Polisi Harry Goldenhardt mengatakan, pelaku berinisial H menyebarkan berita bohong tentang virus Corona di Provinsi Kepri melalui akun media sosial Facebooknya.

“Tim Patroli Siber Polda Kepri berhasil menganalisa akun Facebook pelaku Inisial H yang telah menyebarkan berita hoax. Dalam akunnya tersebut, H telah membagikan Link konten youtube yang mengatakan bahwa Nakhoda CMA CGM Virginia terinfeksi Virus Corona,” ujar Harry kepada Wartawan, Selasa (17/03/2020).

Menurut Harry, bahwa berita bohong tersebut dibagikan di group Facebook Info Loker Pelaut. Penyidik pun selanjutnya mengkonfirmasikan informasi tersebut ke Kemenkominfo. Dijelaskan bahwa postingan tersangka tersebut tidak benar.

Menindaklanjuti fakta tersebut, pada tanggal 16 Maret 2020, sekitar pukul 20.00 WIB, tim Subdit V Dittipidsiber Ditreskrimsus Polda Kepri bergerak untuk melacak keberadaan pelaku dan berhasil mengamankan Inisial H.

“Guna penyelidikan lebih lanjut pelaku dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polda Kepri,” ujarnya.

Ia pun prihatin lantaran penyebaran berita hoax terjadi di tengah situasi semua masyarakat bersatu melawan virus Corona.

Ia pun meminta masyarakat ikut berpartisipasi melawan virus Corona dengan minimal tidak menyebarkan informasi yang tidak benar.

“Mari bersama-sama menciptakan suasana tenang di media sosial dan tidak menyebarkan Informasi atau berita-berita hoax. Beritakanlah informasi yang telah terverifikasi dan berasal dari sumber yang jelas,” katanya.

Dalam penangkapan ini, polisi mengamankan barang bukti satu unit handphone beserta sim cardnya, KTP dan akun facebook milik pelaku.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 14 ayat 1 dan 2, Pasal 15 Undang-Undang Republik Indonesia No. 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana dengan hukuman penjara setinggi-tingginya 2 tahun, 3 tahun dan/atau 10 tahun. (cok)

Share :