FOKUS :

RUU PKS “Kalah Seksi” dari Omnibus Law Cipta Kerja

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) kalah seksi dengan UU Cipta Kerja. Buktinya meski telah dibahas hampir 6 tahun, RUU ini...

1-min

Sambut HUT Lalu Lintas ke-65, Korlantas Polri Gelar Baksos dan Bakkes bagi Masyarakat Terdampak Covid 19

Karegident Yusuf ok

Direktur Regident Korlantas Polri Brigjen Yusuf menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga terdampak covid 19. (sugawa.id)

Sugawa.id – Dalam rangka  memperingati ulang tahun lalu lintas ke-65, Korlantas Polri  kembali menggelar bakti sosial dan bakti kesehatan (baksos dan bakkes) peduli masyarakat yang terdampak Covid-19, Selasa (22/9/2020). Baksos dan bakkes kali ini menyasar 500 warga masyarakat bawah yang berprofesi sebagai tukang Becak. Baksos dan bakkes dipimpin langsung Kakorlantas Polri Irjen Istiono.

Direktur Regident Korlantas Polri Brigjen Yusuf yang bertindak sebagai pelaksana mengatakan, ini adalah wujud komitmen kepedulian Korlantas. Baksos dan bakkes yang kami lakukan ini bertujuan mengajak anggota polisi lalu lintas untuk peduli pada warga ekonomi lemah  yang saat ini terdampak Covid-19. Bantuan sosial berupa sembako dan rapid test massal gratis ini akan dilaksanakan di PRJ Kemayoran Jakarta.

“Kami turut prihatin dan dapat merasakan dampak dari pandemi virus ini bagi keluarga yang kurang mampu, khususnya pekerja harian. Oleh karena itu baksos dan bakkes ini kami harapkan dapat sedikit membantu dan meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19,” ujar Yusuf

Dikatakan, dengan adanya baksos dan bakkes ini diharapankan  masyarakat tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, seperti selalu memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak setiap melakukan aktivitas di ruang publik.

Yusuf menambahkan, jumlah bantuan kemanusiaan di tengah pandemi Covid-19 ini akan menyasar 200 ribu warga mssyarakat di seluruh Indonesia. Kepedulian kami ini merupakan sebuah tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam tatanan kehidupan manusia. Berbagai lapisan masyarakat dihadapkan pada pilihan yang sama-sama pahit untuk ditelan. Yakni terpuruknya perekonomian dan ancaman menyebarnya pandemi Covid-19, yang belum tahu kapan akan berakhir.(elo)

Share :