FOKUS :

Darurat Stok Darah, PMI Gelar Gebyar Pekan Kemanusiaan

Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten menggelar Gebyar Pekan Kemanusiaan Banten Berdonor. (Foto: Ist)     Sugawa.id – Banten memasuki...

BACK_BANNER_DOG

Rentan Kekebalan Tubuh, Lansia Jadi Prioritas Kedua Setelah Tenaga Kesehatan

Vaksin

Ilustrasi. (Foto: Instagram/@kemenkes_ri)

 

 

Sugawa.id – Pemerintah memulai tahap 2 vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat lanjut usia (lansia) yang berusia di atas 60 tahun. Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, kelompok lansia menyumbang sekitar 10,7 persen dari seluruh kasus terkonfirmasi positif dan menyumbang angka kematian 48,3 persen.

“Lansia kelompok rentan dengan menurunya kekebalan tubuhnya seiring bertambahnya usia. Ketika terjadi infeksi Covid-19, akan semakin parah dengan adanya penyakit penyerta atau komorbid,” ujar dia, dalam keterangannya, Rabu (24/2/2021).

Pemberian vaksinasi bagi lansia sebanyak 2 dosis suntikan dan untuk dosis vaksin kedua ini diberikan dalam selang waktu 28 hari sejak dosis pertama disuntikkan. “Kita sudah mulai vaksinasi lansia di ibu kota provinsi, terutama di Pulau Jawa dan Bali. Pertimbangan pemerintah pada kontribusi kasus, kesiapan fasilitas penyimpanan vaksin,” terangnya.

Menurut Wiku, ada dua pilihan bagi masyarakat lansia untuk mengikutinya. Yakni pada fasilitas kesehatan pemerintah atau fasilitas kesehatan kerja sama pemerintah dengan organisasi lain. Pada pilihan pertama melalui fasilitas kesehatan pemerintah, pendaftaran secara online di website resmi Kementerian Kesehatan di alamat www.kemkes.go.id.

Pada website tersebut akan tersedia link atau tautan yang dapat diakses oleh sasaran vaksinasi lansia. Terdapat sejumlah pertanyaan yang harus diisi sebagai syarat pendaftaran. Jika masyarakat lansia mengalami kesulitan, dapat meminta bantuan anggota keluarganya, atau ketua RT/RW setempat.

Lalu, setelah peserta mengisi data di website tersebut, maka seluruh data peserta akan masuk ke dinas kesehatan provinsi masing-masing dan selanjutnya ditetapkan jadwal hari, waktu dan lokasi pelaksanaan vaksinasi.

“Tautan yang sempat beredar lewat WhatsApp sebelumnya, sudah tidak dapat dipergunakan lagi. Bagi peserta yang sudah mengisi tautan sebelumnya, pemerintah memastikan data tersebut aman, sehingga tidak perlu mengisi ulang kembali,” katanya.

Pada pilihan kedua, mekanismenya melalui vaksinasi massal yang dapat diselenggarakan organisasi atau institusi yang bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan atau dinas kesehatan. Contohnya, seperti organisasi untuk para pensiunan aparatur sipil negara (ASN), Pepabri, atau Veteran Republik Indonesia.

Organisasi lain yang bisa menyelenggarakan vaksinasi massal seperti organisasi keagamaan maupun organisasi kemasyarakatan dengan syarat harus bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan atau dinas kesehatan provinsi kabupaten/kota. (nas)


Share :