FOKUS :

Ketika Edhy “Tersandung” Benih Lobster

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus ekspor benih lobster. Dalam kasus...

1-min

Puspresnas Gelar KOSN Secara Online dan Diikuti Ribuan Siswa

pupresnas

Kompetisi Olahraga Siswa Nasional (KOSN) Tahun 2020 dilakukan secara online Foto: kemdikbud.go.id

Sugawa.id– Di tengah pandemi Covid-19, Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), tetap melaksanakan kompetisi antarsiswa maupun antarmahasiswa. Kompetisi terlaksana melalui upaya mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

“Sejauh ini, kompetisi antarsiswa dan antarmahasiswa secara dalam jaringan (daring/online) dapat berjalan lancar,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puspresnas, Asep Sukmayadi dalam keterangan tertulis, Jumat (13/11/2020).

“Sejumlah kendala teknis yang dihadapi dapat diatasi sehingga sampai hari ini semua kompetisi berjalan sesuai jadwal,” tambah Asep.
 

Asep Sukmayadi mengaku gembira dengan pelaksanaan KOSN. “Saya gembira para siswa SD dan SMP antusias mengikuti KOSN. Lebih dari 2.000 video telah diunggah,” katanya.

Saat ini, Puspresnas telah merampungkan babak penyisihan Kompetisi Olahraga Siswa Nasional (KOSN) Tahun 2020. Seluruh peserta terbaik yang lolos ke tahap final dari 34 provinsi sudah terseleksi. Rencananya, babak final KOSN jenjang SD, SMP, dan SMA, digelar awal Desember 2020.

Antusiasme para siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mengikuti KOSN memang cukup tinggi. Panitia mencatat, sebanyak 2.628 siswa yang terdiri dari dari 1.249 siswa SD dan 1.379 siswa SMP telah mengirimkan video ke portal daring lomba.

Dari tiap provinsi, juri memilih empat peserta untuk mewakili empat nomor lomba dan maju ke babak final.

Tahun ini, terdapat dua cabang olahraga yang dilombakan dalam KOSN, yaitu karate dan pencak silat. Dari dua cabang tersebut dibagi menjadi empat nomor Karate Kata Perorangan Putra dan Karate Kata Perorangan Putri serta Pencak Silat Jurus Tunggal Putra dan Pencak Silat Jurus Tunggal Putri.

Asep berterima kasih kepada para orang tua/wali yang telah setia mendampingi putra-putrinya dalam merekam video dan mengirimkannya ke panitia KOSN.

Asep berpesan pada semua peserta, baik yang lolos ke babak final maupun yang tidak, untuk tetap semangat berprestasi di bidang olahraga. “Ini tidak hanya sekadar kompetisi, tapi parade jurus-jurus jitu untuk menghadapi situasi ini,” kata Asep dikutip dari kemdikbud.go.id.

Asep Sukmayadi juga menegaskan tujuan KOSN adalah menumbuhkembangkan bakat dan minat siswa berbasis penguatan karakter serta nilai-nilai luhur olahraga. “Selain itu KOSN juga bertujuan untuk menumbuhkembangkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air, serta menjalin solidaritas dan persahabatan antarsiswa di seluruh Indonesia,” katanya.

Juri Karate, Hendrial, mengatakan bahwa KOSN secara daring merupakan pengalaman baru, di mana dewan juri menilai kemampuan peserta dari video dan tidak secara langsung.

“Namun dari video tersebut, seorang juri yang berpengalaman dapat menentukan kemampuan peserta dan memberikan nilai yang adil. Para juri bekerja profesional dan keputusannya dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Pelaksanaan KOSN 2020 bekerja sama dengan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) dan Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI), serta dinas pendidikan seluruh provinsi.  

Puspresnas Kemendikbud tahun ini melaksanakan berbagai kompetisi di semua jenjang pendidikan. Pada jenjang pendidikan dasar dilaksanakan sejumlah kompetisi seperti Kompetisi Sains Nasional (KSN), Kompetisi Olahraga Siswa Nasional (KOSN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Gala Siswa Indonesia (GSI) untuk siswa sekolah menengah pertama (SMP) juga dilaksanakan secara daring.

Pada jenjang pendidikan menengah, KSN, KOSN, FLS2N juga dilaksanakan. Selain itu terdapat juga Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia (KoPSI) dan Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI). Untuk siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) terdapat juga Lomba Kompetensi Siswa (LKS). Begitu juga pada pendidikan khusus dan pendidikan tinggi, berbagai kompetisi dilaksanakan sebagai wadah berkompetisi bagi seluruh siswa dan mahasiswa. (gas)

Share :