FOKUS :

RUU PKS “Kalah Seksi” dari Omnibus Law Cipta Kerja

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) kalah seksi dengan UU Cipta Kerja. Buktinya meski telah dibahas hampir 6 tahun, RUU ini...

1-min

Presiden : Ricuh UU Cipta Kerja Dilatarbelakangi Disinformasi

Jokowi Kompas

Presiden Joko Widodo (Kompas)

Sugawa.id – Aksi penolakan UU Cipta Kerja sebagian besar akibat Hoaks dan disinformasi yang diterima pendemo. Sementara di Makassar, polisi menangkap VE (36) yang diduga sebagai salah satu penyebar berita bohong terkait Omni Bus Law Cipta Kerja.

Presiden Joko Widodo, Jumat (9/10/2020), menyatakan maraknya aksi unjuk rasa penolakan Undang-Undang Cipta Kerja lebih banyak dilatarbelakangi oleh disinformasi dan hoaks.

Misalnya soal penghapusan ketentuan soal upah minimun provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/kota (UMK), padahal faktanya upah minimum regional itu tetap ada di UU Cipta Kerja. Kemudian soal penghapusan upah minimum dihitung per jam dan cuti dihilangkan padahal itu tak benar.

“Saya melihat adanya unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja pada dasarnya dilatarbelakangi oleh disinformasi dan hoaks mengenai substansi dari UU ini di media sosial,” kata Jokowi.

Sementara itu Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyatakan Tim Cyber Crime Mabes Polri yang dipimpin oleh Brigjen Slamet Uliandi telah menangkap VE (36), di sebuah kost Jalan Masjid Baiturrahman Mawar Nomor 85, Kelurahan Karampuan, Kecamatan Panakukang, Kota Makasar, Provinsi Sulawesi Selatan.

VE, menggunakan akun media sosial (medsos) Twitter @videlyaeyang telah menyebarkan berita bohong terkait Omnibus Law UU Cipta Kerja. Pelaku menyebarkan 12 poin mengenai Omnibus Law Cipta Kerja yang tidak benar lewat akun twitternya,” kata Argo.

Sementara Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyatakan sebanyak 1.192 orang pendemo yang telah diamankan pihaknya, umumnya adalah pengangguran dan berasal dari kelompok Anarko. Saat diperiksa oleh petugas, mereka sama sekali tidak mengerti soal Undang-Undang Cipta Kerja.

“Setelah kami dalami, semua yang bikin rusuh memang bukan buruh atau mahasiswa. Ini orang yang ada niatan bikin rusuh saat aksi berlangsung dan mereka tidak tahu soal UU yang diributkan,” katanya. (wib/elo)

Share :