FOKUS :

Darurat Stok Darah, PMI Gelar Gebyar Pekan Kemanusiaan

Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten menggelar Gebyar Pekan Kemanusiaan Banten Berdonor. (Foto: Ist)     Sugawa.id – Banten memasuki...

BACK_BANNER_DOG

Potensi Bibit Siklon di Selatan NTT, Jabodetabek Berpotensi Cuaca Ekstrem

Prakiraan Cuaca

Ilustrasi. (Foto: Ist)

 

Sugawa.id – Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya Pusat Tekanan Rendah atau potensi bibit siklon di sekitar selatan Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak dua hari terakhir.

Potensi bibit siklon ini berpotensi dapat berkembang menjadi Siklon Tropis,” ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto dalam keterangannya, Rabu (24/2/2021).

Bibit siklon tersebut, menurut Guswanto, diprediksikan masih bertahan dan menunjukkan pergerakan ke arah barat mendekati wilayah laut di selatan Jawa Timur. Dengan potensi intensitas yang menguat hingga 2 hari mendatang.

“BMKG terus memonitor perkembangan potensi bibit siklon tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan dapat menguat menjadi siklon tropis,” katanya.

Lebih jauh Guswanto menjelaskan, keberadaan Low Pressure Area (LPA) atau potensi bibit siklon tersebut cukup signifikan berdampak pada pembentukan pola konvergensi dan belokan angin di wilayah Sumatera Selatan – Jawa – Nusa Tenggara.

Dan secara tidak langsung, lanjut Guswanto, dapat berdampak pada pembentukan potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang. Selain itu dapat menimbulkan potensi angin kencang di wilayah perairan dan potensi gelombang tinggi di wilayah laut bagian selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.

Ia menambahkan, potensi bibit siklon tersebut berpengaruh signifikan terhadap potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem di sebagian besar wilayah Jawa mulai tanggal 23 Februari 2021 lalu.

“Untuk wilayah Jabodetabek, potensi cuaca ekstrem berdampak signifikan diprediksikan dapat terjadi mulai tanggal 24-27 Februari 2021. Kejadian hujan di wilayah Jabodetabek pada periode tersebut perlu diwaspadai terutama pada malam/dini hari menjelang pagi dengan potensi distribusi hujan dapat terjadi secara merata,” terangnya. (nas)


Share :