FOKUS :

Hari Bhayangkara ke-74, Tantangan Polri Berbenah di Tengah Pandemi Covid-19 

Hari Bhayangkara ke-74 yang jatuh pada 1 Juli 2020, harus diperingati di tengah situasi pandemi Covid-19 atau virus corona. (foto:...

Ucapan HUT BHAYANGKARA KE 74_SUGAWA

Polri Sita 821 Kg Sabu jaringan Internasional di Kota Serang

WhatsApp Image 2020-05-23 at 13.56.21 (1)

Konferensi pers pengungkapan tindak pidana narkoba di Serang, Banten. (foto: sugawa.id)

 

Sugawa.id – Satgas Khusus Bareskrim Mabes Polri membongkar sindikat narkoba jaringan internasional di sebuah Ruko Jalan Takari, Kecamatan Tatakan, Serang Banten, Sabtu (23/05/2020).

Selain menyita 821 kilogram sabu-sabu yang siap diedarkan ke masyarakat, Satgas Mabes Polri juga berhasil menangkap dua warga negara asing yaitu berinisial BA asal Pakistan dan AS dari Yaman.

Kapolri Jenderal Idham Azis melalui Kabareskrim Mabes Polri Komisaris Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo mengatakan terungkap kasus bermula ketika, petugas melakukan penyelidikan yang cukup cermat kurang lebih hampir 4 bulan, dimana di mulai dari bulan Desember anggoga satgas berhasil mengamankan kapal dan memeriksa ABK dan mereka positif. “Namun saat dilakukan penggeledahan di kapol tersebut petugas tidak menemukan barang bukti narkoba,” kata Sigit

Kemudian di lanjutkan pada bulan Januari 2020, akhirnya berhasil mengungkap 288 kg sabu dengan mengamankan tiga tersangka. “Tim terus bergerak dan mendapatkan informasi bahwa terkait dengan kelompok Timur Tengah atau kelompok Iran ini bersiap-siap akan melakukan transaksi lagi sehingga dilakukan pengintaian dan akhirnya mendapati target yang tinggal di wilayah Jakarta”, lanjutnya.

Listyo menambahkan, bahwa tersangka mencoba menyamarkan dengan mencampurkan sabu-sabu tersebut dengan buah asam Kuranji untuk disamarkan. Dan mereka masuk ke Banten sekitar dua Minggu lalu melalui salah satu wilayah pantai yang ada di daerah Banten.

Terkait ancaman hukumannya, tersangka di terapkan pasal 132 Subsider pasal 114 dan pasal 112 undang-undang RI no 35 tahun 2009 tentang Narkoba dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau hukuman mati.
Dan Listyo mengajak elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah penyebaran narkoba.

“Kepada seluruh masyarakat, kepada seluruh tokoh agama, kepada rekan-rekan Ulama mari kita bersama-sama melakukan pencegahan, awasi jalan-jalan tikus, awasi pintu-pintu masuk agar narkoba ini tidak masuk ke daerah kita. Dan ini perlu kerja keras kita bersama untuk menyelamatkan generasi muda kita dan menyelamatkan bangsa kita”, ajaknya.

Listyo juga berharap agar ke depan Tim Satgas Khusus Bareskrim Mabes Polri bisa mengungkap kasus-kasus besar lagi.

“Saya harapkan ke depan rekan-rekan kita bisa mendapatkan pengungkapan-pengungkapan yang lebih besar, dan saya juga ucapkan terimakasih kepada seluruh anggota yang tergabung dalam satgas, baik dalam satgas pusat maupun daerah lakukan terus upaya-upaya pengungkapan dan penangkapan, jangan segan-segan, bila perlu lakukan tindakan tegas karena narkoba ini merupakan musuh utama kita bersama”, ujarnya. (cok)

Share :