FOKUS :

Makna 12.21 dan indoposco.id

Media indoposco.id launching pada Senin, 1 Februari 2021 tepat pukul 12.00 WIB atau diistilahkan “12.21”. (foto: pebri yoga/indoposco.id)   Sugawa.id...

BACK_BANNER_DOG

Polri Sebut Pihak Keluarga Tahu Penyakit yang Diderita Ustaz Maaher 

WhatsApp Image 2021-02-10 at 20.28.31

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono. (Foto: Ist)

 

Sugawa.id – Polri meminta masyarakat agar tak berspekulasi soal kematian Soni Eranata alias Ustaz Maaher At-Thuwailibi,  di dalam Rutan Bareskrim. Pasalnya, yang bersangkutan jelas dinyatakan meninggal dunia karena sakit. 

Soal penyakit apa yang diderita Ustaz Maaher At-Thuwailibi, pihak keluarga juga sudah mengetahui jenis penyakit yang diderita olehnya.

“Kami minta masyarakat tak berspekulasi soal kematian Maaher di dalam Rutan Bareskrim. Pasalnya, ia dinyatakan meninggal dunia karena sakit. Penyakit yang diderita saudara Soni (Maaher) itu juga sudah diketahui oleh keluarga,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono, Rabu (10/2/2021).

Rusdi menjelaskan, kepastian keluarga mengetahui jenis penyakit itu dapat dilihat dari adanya surat pernyataan pihak keluarga terkait dengan riwayat medis dari mendiang Maaher. 

“Surat pernyataan dari keluarga ditandatangani oleh istri almarhum. Bahwa penyakit yang diderita almarhum itu diketahui oleh keluarga. Dan dapat dijelaskan di sini bahwa meninggalnya almarhum murni disebabkan oleh sakit,” ujar Rusdi. 

Kemudian, Rusdi menuturkan, dalam proses penahanan pada tanggal 20 Januari 2021, Maaher menderita sakit. Karena itu, penyidik membawanya ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. 

Satu minggu berselang atau 27 Januari, Maaher kembali ke tahanan lantaran sudah dinyatakan sehat dan membaik dari penyakit yang dideritanya selama ini. 

Setelah itu, pada tanggal 4 Februari 2021, Kejaksaan menyatakan bahwa berkas penyidikan Maaher telah lengkap atau P21. Di hari yang sama, penyidik pun melakukan pelimpahan tahap II atau menyerahkan barang bukti serta tersangka ke Kejaksaan.

Dengan begitu, saat pelimpahan tahap II, Maaher statusnya sudah menjadi tahanan Kejaksaan. Namun, Ia dititipkan di Rutan Salemba cabang Bareskrim Polri. 

“Dan dalam proses penahanan, tentunya pelayanan kesehatan terhadap seluruh tersangka ini sudah dipenuhi dengan baik oleh Polri. Karena pada tahanan Bareskrim Polri ditempatkan satu dokter yang senantiasa setiap hari memeriksa kesehatan seluruh tahanan yang ada pada rutan Bareskrim Polri,” papar Rusdi. 

Lalu, di tanggal 6 Februari 2021, Dokter di Rutan Bareskrim Polri sempat menyarankan kepada Maaher untuk menjalani perawatan kembali RS Polri. Kala itu, Maaher menolak rekomendasi dari dokter. 

“Yang bersangkutan senantiasa menolak dan ingin tetap berada di rumah tahanan Bareskrim dan tentunya mendapat perawatan dari dokter kepolisian,” kata Rusdi. 

Rusdi menyatakan, Maaher meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya. Namun, jenis penyakit Maaher tak bisa diungkap ke publik karena menjaga nama baik dari pihak keluarga. 

“Tentunya yang terpenting bagi kami semua, untuk mendoakan semoga arwah almarhum diterima disisi Allah SWT,” ujar Rusdi.(gin)

Share :