FOKUS :

RUU PKS “Kalah Seksi” dari Omnibus Law Cipta Kerja

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) kalah seksi dengan UU Cipta Kerja. Buktinya meski telah dibahas hampir 6 tahun, RUU ini...

1-min

Polri Persilakan Wartawan Yang Alami Kekerasan Saat Demo Omnibus Law Melapor

jurnalis protes ok

Sejumlah jurnalis di Cirebon memprotes aksi kekerasan terhadap wartawan. (detik)

Sugawa.id – Mabes Polri mempersilakan wartawan yang mengalami kekerasan dari aparat saat meliput demontrasi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja melaporkan apa yang dialami. Polri akan siap memproses laporan tersebut.

Silakan melaporkan. Jika unsurnya adalah tindak pidana, nanti akan diproses di bagian kriminal umum (Krimum). Tapi jika ternyata kekerasan itu dilakukan karena kesalahan prosedural dari petugas kami di lapangan, maka akan diproses di Propam,” kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Awi Setiono, Selasa (13/10/2020).

Sebelumnya, Dewan Pers menyatakan keprihatinan yang mendalam atas kekerasan yang diterima para jurnalis kala meliput kegiatan demontrasi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

“Mengutuk keras oknum aparat yang melakukan tindak kekerasan, intimidasi verbal, dan perusakan alat kerja wartawan yang sedang melakukan kerja jurnalistik meliput demonstrasi,” ujar Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh dalam keterangan persnya, Minggu (11/10/2020) lalu.

Dewan Pers mendesak aparat kepolisian memberikan penjelasan secara rinci atas apa yang terjadi dengan beberapa awak media yang diduga mengalami kekerasan saat tengah bertugas. “Sebagai bentuk pertanggungjawaban, kami memandang perlu pihak kepolisian memberikan penjelasan resmi atas kekerasan dan perusakan yang terjadi,” kata dia.

Mohamad Nuh mengingatkan bahwa dalam menjalankan tugas sebagai jurnalistik, para pekerja media dilindungi oleh Undang-Undang. Pasal 8 UU Pers No. 40 tahun 1999 menyatakan, ‘Dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum’. (wib)

Share :