FOKUS :

Ketika Edhy “Tersandung” Benih Lobster

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus ekspor benih lobster. Dalam kasus...

1-min

Polri Cekal Napoleon Bonaparte dan Tommy Terkait Pengapusan Red Notice Djoko Tjandra 

WhatsApp Image 2020-08-16 at 17.41.13

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono. (foto-foto: ucok/sugawa.id)

 

Sugawa.id – Bareskrim Polri mengajukan permohonan pencekalan ke luar negeri terhadap dua tersangka dugaan penyuapan dalam kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra. Keduanya yakni Tommy Sumardi yang diduga sebagai pemberi suap dan Napoleon Bonaparte selaku penerima suap.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pencekalan kedua tersangka tersebut sudah diajukan ke Kementerian Hukum dan HAM. “Surat (permohonan pencekalan) sudah dikirim ke Kemenkumham,” ujar Argo, Minggu (16/8/ 2020).

Jenderal bintang dua ini menambahkan, surat pencekalan sudah dikirim pada tanggal 5 Agustus. Keduanya dilakukan pencekalan hingga 20 hari ke depan. Pencekalan dibutuhkan agar penyidik bisa fokus melakukan penyidikan terhadap kasus yang menjerat kedua tersangka.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini menuturkan ada empat tersangka yang rencananya akan segera diperiksa yakni pemberi suap Djoko Tjandra dan Tommy Sumardi akan diperiksa pada Senin, 24 Agustus. Sementara tersangka penerima suap yakni Napoleon Bonaparte dan Prasetijo Utomo akan diperiksa pada Selasa, 25 Agustus 2020.

“Rencana pemeriksaan tersangka JST dan TS akan diperiksa pada Senin 24 Agustus dan tersangka NB dan PU diperiksa Selasa, 25 Agustus,” katanya.

Seperti diketahui, Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri telah menetapkan keempat orang tersebut sebagai tersangka terkait kasus dugaan hilangnya nama Djoko Tjandra di red notice atau notifikasi Interpol.  Penetapan tersangka ini diambil setelah Polri beserta aparat penegak hukum lainnya melakukan gelar perkara dan memeriksa saksi-saksi. (cok)

Share :