FOKUS :

Ketika Edhy “Tersandung” Benih Lobster

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus ekspor benih lobster. Dalam kasus...

1-min

Polri Buru Dua Penipu Puteri Lolwah

Putri Arab Lolwah binti Mohammed bin Abdullah Al-Saud. Dok Foto : Wikipedia

Sugawa.id – Bareskrim Polri masih mencari EMC alias Evie dan EAH alias Eka, warga negara Indonesia yang diduga menipu Putri Arab Lolwah binti Mohammed bin Abdullah Al-Saud.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo menjelaskan kasus penipuan yang menimpa puteri Arab tersebut dilaporkan oleh kuasa hukumnya bulan Mei 2019 dan hingga saat ini timnya tengah memburu pelaku. “Pelaku sedang kami buru. Kerugian akibat penipuan itu ditaksir mencapai Rp 512 milyar atau setengah triliyun lebih,” tutur Ferdy Sambo, Selasa (28/1/2020).

Sambo menjelaskan penipuan terhadap Princes Lolwah bermula ketika yang bersangkutan bermaksud membeli tanah dan melakukan pembangunan villa Kama dan Amrita Tedja di Jalan Pura Dalem, Banjar Sala, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Saat itu korban mengirimkan uang sebesar USD 36.106.574,84 atau setara Rp 512 milyar sejak 27 April 2011 sampai 16 September 2018.

Namun, ujar Sambo, pembangunan belum selesai sampai tahun 2018. Berdasarkan perhitungan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ni Made Tjandra Kasih yang melakukan penilaian atas nilai bangunan villa Kama dan Amrita Tedja, nilai bangunan sudah sesuai dengan yang dijanjikan maka tanah dan villa tersebut akan dibalik nama atas nama perusahaan PT Eastern Kayan. Namun, sampai sekarang tanah dan villa masih atas nama tersangka. Bahkan pelaku menawarkan sebidang tanah kepada korban seluas 1.600 M2 di Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Bali yang seolah-olah tanah tersebut dijual oleh pemiliknya.

“Kemudian, korban mengirimkan sejumlah uang sebesar USD 500.000 kepada tersangka. Tetapi setelah dikonfirmasi ternyata tanah tersebut tidak pernah dijual pemiliknya. Dalam kasus ini, pelaku diduga melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan dan/atau pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 3 dan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan PemberantasanTindak Pidana Pencucian Uang,” tutur Sambo.(wib)

Share :