FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Polres Tanjung Priok Bongkar Sindikat Pembuat Miras Palsu

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yuri Yunus didampingi Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Reynold EP Hutagalung saat melakukan konprensi pers kasus miras palsu, Senin (20/1/2020). Dok Foto Humas Polda Metro untuk Sugawa.id

Sugawa.id- Satuan Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap penjual dan pembuat minuman keras palsu / oplosan merek-merek ternama. Adapun tersangka yang ditangkap JN (22) sebagai penjual dan pemesan, MAP (29) sebagai pembuat/pengoplos, dan DC (57) sebagai peracik resep dan penyuplai botol minuman bekas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yuri Yunus didampingi Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Reynold EP Hutagalung, Senin (20/1/2020) menyatakan pengungkapan kasus ini bermula ketika Polres Pelabuhan Tanjung Priok mendapatkan informasi terkait adanya penjualan minuman keras palsu / oplosan kepada masyarakat umum dengan harga Rp. 210.000 oleh tersangka JN.

“Menurut informasi minuman keras tersebut dibuat / diracik menggunakan bahan alkohol 90%, air mineral, pemanis baru kemudian dimasukan ke dalam botol minuman keras bermerk,” kata Reynold. Mendapat informasi itu, Polres Tanjung Priok segera melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap ketiga pelaku.

“Pertama kami menangkap JN sebagai  penjual minuman keras palsu. Pelaku mengaku menjual minuman itu melalui aplikasi Whatsapp. Dari sana kami  menangkap MAP yang  membuat minuman dan tersebut di DC sebagai yang mengajarkan tersangka DC membuat minuman palsu tersebut sekaligus memasukkan  serta menyuplai botol miras bermerek,” kata kapolres.

Para tersangka terancam Pasal 204 ayat (1) KUHPidana dan/atau Pasal 386 KUHPidana Dan /atau Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf a, e, dan i Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan/atau Pasal 142 Jo Pasal 91 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. (wib)

Share :