FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Polisi Tangkap 2 Penyebar Hoax Virus Corona

Petugas medis menyemprotkan cairan disinfektan kepada Warga Negara Indonesia (WNI) yang baru dating dari Wuhan, China yang baru tiba di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/2/2020). Dok Foto : Istimewa.

Sugawa.id– Aparat kepolisian berhasil menangkap 2 orang penyebar hoax (berita bohong) terkait Virus Corona di Balikpapan, Kalimantan Timur. Tersangka masing-masing berinisial KR (29) dan FB (40) ditangkap karena menyebarkan berita hoax melalui media sosial Facebook dengan menyatakan bahwa sudah ada pasien yang terjangkit Virus Corona di RS Kanodjoso Djatiwibowo, Balikpapan.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono, Selasa (4/2/2020) menyatrakan para tersangka kasus penyebaran berita bohong ini dijerat dengan Pasal 14 Ayat (2) dan Pasal 15 UU No. 1 tahun 1946 tentang peraturan Hukum Pidana dengan ancaman maksimal 3 tahun. “Barang bukti yang berhasil diamankan 2 handphone beserta simcard dan 2 print out postingan tersangka di facebook, tim penyidik Polda Kalimantan Timur masih melakukan pendalaman,” ujar Argo.

Sebelumnya Kasubdit V Siber Krimsus Polda Kalimantan Timur AKBP Albertus Andreana mengatakan dalam pemeriksaan, tersangka mengaku menerima informasi adanya pasien Virus Corona dari saudaranya, selanjutnya tersangka menyebarluaskan informasi tersebut melalui media sosial facebook sehingga informasi bohong itu menjadi viral di Kalimantan. 

“Penetapan sebagai tersangkanya sudah, tapi untuk lebih lanjutnya, kita akan gelar perkara dulu, kita melengkapi berkasnya baru kemudian kita menentukan langkah-langkah berikutnya,” jelas Albertus Andreana saat rilis kasus tersebut di Mapolda Kalimantan Timur.

Sebelumnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga merilis bahwa terdapat 54 konten hoax mengenai virus corona yang menyebar di dunia maya. “Cyber drone mendapati 54 hoax dan disinformasi,” ungkap Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate.

Jonny menyatakan dampak dari penyebaran berita bohong itu telah menimbulkan kebingungan di masyarakat sehingga Kominfo langsung memblokir konten-konten tersebut. Beberapa konten hoax yang menyebar antara lain, “ada virus berbahaya di RSUP Sardjito”, “Virus Corona diduga sudah menyebar dan masuk ke Indonesia di Gedung BRI”, “WNA asal China terserang Corona di RSU Dr Soetomo Surabaya”, “korban meninggal di Wuhan akibat virus Corona mencapai sepuluh ribu orang”, “virus Corona merupakan senjata biologis yang bocor dari laboratorium Wuhan” dan lainnya. (wib)

 

 

Share :