FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Polisi Masih Periksa 6 Saksi Terkait Kasus Radioaktif di Tangsel

mabes

Mabes Polri. (foto: minews.id)

 

Sugawa.id – Polisi MASIH terus melakukan pengusutan terhadap kasus temuan zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan (Tangsel). Polisi sedang melakukan pemeriksaan terhadap enam orang saksi.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono menyatakan pemeriksaan saksi-saksi tersebut untuk mendalami peran dari Pegawai Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) SM yang diduga menyimpan zat tersebut. “Pemeriksaan saksi berkaitan dengan dugaan tindak pidana ketenaganukliran yang dilakukan oleh SM,” kata Argo dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/3/2020).

Adapun pemeriksaan keenam saksi dilakukan di Kantor Pusat PT INUKI, Jalan NN No. 10, Muncul, Setu. Keenam orang yang dipanggil antara lain BS Manager Produksi PT INUKI, S Pelaksana Gudang PT INUKI, BL Manager Sales PT INUKI, Y Manager HRD PT INUKI, I Kabag TU PTKMR dan D PNS BAPETEN.

Sekadar diketahui Pegawai Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) SM diduga menyimpan zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, bahkan dia juga disinyalir menawarkan jasa Dekontaminasi.
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra mengungkapkan bahwa hal itu diduga lantaran ditemukannya zat radioaktif Cesium 137 dan beberapa bahan lainnya. “Hasil penyelidikan kami, saudara SM ini kan juga melakukan praktek dekontaminasi, jadi dengan diketemukan zat radioaktif Cs 137 dan ada beberapa zat radioaktif,” kata Asep beberapa waktu lalu.
Menurut Asep, jasa dekontaminasi tersebut sudah dijadikan mata pencaharian tambahan oleh SM. Meskipun, sampai saat ini yang masih dinyatakan pegawai aktif di Batan. “Dia (SM) membuka jasa dekontaminasi juga. Jadi sepertinya sudah jadi mata pencahariannya,” ujar Asep.

Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Anhar Riza Antariksawan sebelumnya, memberikan sikap terkait adanya pegawai aktif BATAN yang menyembunyikan zat radioaktif di Perumahan Batan Indah. BATAN telah mengambil sikap yakni mendukung penuh upaya pihak kepolisian mengusut tuntas kepemilikan dan penggunaan zat radioaktif secara ilegal.

Menurutnya, memiliki, menggunakan, dan menyimpan zat radioaktif secara tidak sah sangat tidak dibenarkan. “Benar saat ini yang bersangkutan masih aktif sebagai pegawai BATAN. Penentuan status yang bersangkutan, BATAN menunggu putusan dari kepolisian,” tuturnya.

Namun Anhar menyatakan secara institusi BATAN tak pernah mengizinkan pegawainya menyimpan atau memiliki zat radioaktif secara tidak sah untuk kepentingan pribadi. (cok)

Share :