FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Polda Sita 27 Kg Sabu dari Jaringan Narkotika Malaysia 

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana kala memberikan keterangan pers. (foto: ucok/Sugawa.id)

 

Sugawa.id – Subdit II Psikotropika Ditresnarkoba Polda Metro Jaya berhasil  menangkap 3 orang bandar narkotika jenis Shabu di Pulau Sumpat, Kepulauan Riau. Ketiga tersangka masing-masing adalah JU alias S (52),  MZ (22) dan LOS (48). Dari tangan para pelaku, polisi berhasil menyita 27 kg sabu asal Malaysia yang akan diselundupkan lewat laut.

Kapolda Metro Jaya  Irjen Nana Sudjana, Jumat (27/3/2020) menyatakan peristiwa itu berawal dari penangkapan tersangka EM Dkk, dengan barang bukti 10 kg shabu. Dari keterangan tersangka EM dan tersangka H, diketahui bahwa pemasok barang haram asal Malaysia tersebut adalah JU.

“Kemudian Timsus Subdit II Ditresnarkoba yang dipimpin oleh Kasubdit AKBP R. Bagoes Wibisono berangkat ke Tanjung Pinang melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap JU,” ujar Nana.

Mantan Kapolda NTB ini menyatakan timnya mendapat informasi bahwa  JU dan LOS baru melakukan pembelian Mesin Speed Boat dan kapal kecil. Kedua pelaku akan menggunakan speedboat dan perahu itu untuk transaksi narkoba di laut.

“Setelah mendapat informasi dari tim di lapangan akan adanya penjemputan Narkotika jenis Sabu menggunakan Speedboat dari Malaysia – Bintan – Tanjung Pinang – Belitung – Jakarta, selanjutnya Tim berkoordinasi dengan Subdit Narkotik Bea Cukai Pusat dan Kanwilsus DJBC Kepulauan Riau untuk melakukan pengejaran menggunakan Speed Boat BC 1288. Akhirnya ketiga tersangka berhasil diyangkap,” ujar Nana.

Para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat  (2)  subsider Pasal 115 ayat (2) lebih pasal 112 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika. dipidana dengan pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah). (cok)

Share :