FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Penyidik Bareskrim Periksa Eks Lurah Grogol Selatan Terkait E-KTP Djoko Tjandra

WhatsApp Image 2020-08-16 at 17.41.14

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono. (sugawa.id)

 

Sugawa.id—Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri memanggil mantan Lurah Grogol Selatan Asep Subahan untuk diambil keterangan sebagai saksi terkait penerbitan E-KTP terpidana hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyampaikan, pemeriksaan terhadap Asep sekitar tujuh jam dimulai pada pukul 10.00, Selasa (18/8/2020).

“Penyidik mengajukan 22 pertanyaan,” kata Argo dalam keteranganya, Selasa sore (18/8/2020).

Adapun pertanyaan itu meliputi, proses perkenalan Asep dengan Anita Kolopaking dan Djoko Tjandra, dan pertemuan mereka di Kelurahan Grogol Selatan atau pada saat Djoko Tjandra merekam data dirinya untuk pembuatan E-KTP.

“Termasuk proses pembuatan surat keterangan domisili dan proses E-KTP terpidana Djoko Tjandra,” pungkas Argo.

Djoko Tjandra sempat mengurus E-KTP di Kelurahan Grogol Selatan, Jakarta Selatan, pada 8 Juni 2020 lalu. Dia mengurus E-KTP sebagai syarat untuk mendaftarkan Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang akhirnya menjadi polemik.

Terkait kasus ini, baru-baru ini Bareskrim Polri mengajukan permohonan pencekalan ke luar negeri terhadap dua tersangka dugaan penyuapan dalam kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra. Keduanya yakni Tommy Sumardi yang diduga sebagai pemberi suap dan Napoleon Bonaparte selaku penerima suap.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pencekalan kedua tersangka tersebut sudah diajukan ke Kementerian Hukum dan HAM. “Surat (permohonan pencekalan) sudah dikirim ke Kemenkumham,” ujar Argo, Minggu (16/8/ 2020).

Jenderal bintang dua ini menambahkan, surat pencekalan sudah dikirim pada tanggal 5 Agustus. Keduanya dilakukan pencekalan hingga 20 hari ke depan. Pencekalan dibutuhkan agar penyidik bisa fokus melakukan penyidikan terhadap kasus yang menjerat kedua tersangka.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini menuturkan ada empat tersangka yang rencananya akan segera diperiksa yakni pemberi suap Djoko Tjandra dan Tommy Sumardi akan diperiksa pada Senin, 24 Agustus. Sementara tersangka penerima suap yakni Napoleon Bonaparte dan Prasetijo Utomo akan diperiksa pada Selasa, 25 Agustus 2020.

“Rencana pemeriksaan tersangka JST dan TS akan diperiksa pada Senin 24 Agustus dan tersangka NB dan PU diperiksa Selasa, 25 Agustus,” katanya.

Seperti diketahui, Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri telah menetapkan keempat orang tersebut sebagai tersangka terkait kasus dugaan hilangnya nama Djoko Tjandra di red notice atau notifikasi Interpol.

Penetapan tersangka ini diambil setelah Polri beserta aparat penegak hukum lainnya melakukan gelar perkara dan memeriksa saksi-saksi. (cok)

Share :