FOKUS :

Langkah Polri Tangkap Penimbun Masker di Sejumlah Daerah

Sugawa.id – Maraknya aksi penimbunan masker berhasil dibongkar jajaran kepolisian dalam beberapa hari berselang. Sejumlah kasus penggerebekan pelaku dan pembongkaran...

Banner DUKA CITA SUGAWA

Penyaluran Dana BOS Bulan Ini Lebih Cepat Dibanding Tahun Lalu

Menteri Keuangan Srimulyani, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadhiem Makarimdan dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian berfoto saat  konferensi pers bersama Senin (10/2/2020). Dok Foto :IST

 

Sugawa.id – Kementerian Keuangan telah menyalurkan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler Tahap I Gelombang I sebesar Rp 9,8 triliun (tepatnya 9.803.214.420.000) untuk 136.579 sekolah. Percepatan ini adalah tindak lanjut dari komitmen Menteri Keuangan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Dalam Negeri, setelah konferensi pers bersama Senin (10/2/2020).

Plt Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Nufransa Wira Sakti, dalam keterangan tertulis menjelaskan, penyaluran Dana BOS ke sekolah-sekolah pada bulan Februari 2020 ini lebih cepat dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang rata-rata baru masuk ke rekening sekolah pada bulan Maret dan April.

Selain itu, salah satu perubahan mekanisme yang memudahkan percepatan atas penyaluran Dana BOS ini adalah perubahan mekanisme penyaluran, yaitu Dana BOS disalurkan secara langsung dari Rekening Kas Umum Negara ke Rekening Sekolah.

Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 9/PMK.07/2020 tentang Perubahan Atas PMK Nomor 48/PMK.07/2019 tentang Pengelolaan DAK Nonfisik. PMK tersebut memberikan keleluasaan fiskal bagi sekolah dalam mendukung konsep “Merdeka Belajar” melalui perubahan periode penyaluran dan besaran penyaluran.

Di samping itu, penyaluran Dana BOS lebih akurat karena rekomendasi penyaluran berdasarkan hasil inputan sekolah sendiri melalui Aplikasi Dana BOS yang disediakan oleh Kemendikbud. Dengan proses penyaluran lebih cepat ke rekening sekolah, kegiatan operasional mengajar dapat dilaksanakan dan didanai lebih cepat.

Selanjutnya, sekolah dapat lebih cepat dalam menyampaikan laporan tanpa menunggu sekolah lain meskipun dalam wilayah yang sama. Nufransa juga menegaskan, penyaluran langsung ke rekening sekolah tetap ditatausahakan dalam APBD Provinsi/Kabupaten/Kota sehingga sisi akuntabilitas tetap terjaga.

Alokasi Dana BOS Reguler Tahap I ini adalah sebesar 30 persen untuk masing-masing sekolah yang telah mendapatkan rekomendasi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. “Nantinya, untuk Tahap II dan III akan disalurkan sebesar 40 persen dan 30 persen,” papar Nufransa, Senin (17/2/2020).

Dengan penyaluran Dana BOS Reguler tiga tahap, maka sekolah akan memperoleh 70 persen dana BOS Reguler sampai dengan Semester I. Dengan perbaikan skema penyaluran dimaksud, sebesar 70 persen dana BOS nantinya dapat langsung diterima sekolah di semester I.

Lebih jauh tentang perincian alokasi penyaluran Dana BOS Reguler Tahap I adalah sebagai berikut:​

Jenjang SD meliputi 94.680 sekolah dengan Dana Bos sebesar Rp 4,4 triliun (Rp 4.447.218.870.000)
Jenjang SMP meliputi 23.625 sekolah dengan Dana Bos sebesar Rp 2,2 triliun (Rp 2.218.619.040.000)
Jenjang SMA meliputi 6.857 sekolah dengan Dana Bos sebesar Rp 1,2 triliun (Rp 1.225.159.650.000)
Jenjang SMK meliputi 9.932 sekolah dengan Dana Bos sebesar Rp 1,8 triliun (Rp 1.842.132.000.000)
Jenjang SLB meliputi 1.485 sekolah dengan Dana Bos sebesar Rp 70 miliar (Rp 70.084.860.000). (gas)

Share :