FOKUS :

Darurat Stok Darah, PMI Gelar Gebyar Pekan Kemanusiaan

Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten menggelar Gebyar Pekan Kemanusiaan Banten Berdonor. (Foto: Ist)     Sugawa.id – Banten memasuki...

BACK_BANNER_DOG

Pentolan KAMI Syahganda Nainggolan Didakwa Pasal Penyebaran Berita Bohong

sidang Syahganda ok

Sugawa.id – Sidang perdana perkara penyebaran berita bohong dan penghasutan dalam demo menolak Omnibus Law Cipta Kerja dengan terdakwa Syahganda Nainggolan, pentolan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) mulai digelar di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Senin (21/12/2020).

Dalam sidang secara virtual tersebut, jaksa penuntut umum (JPU) Arief Syafriyanto menyebutkan, terdakwa Syahganda Nainggolan dijerat dengan dakwaan pertama, Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Selain itu Syahganda juga dijerat dengan Pasal 14 Ayat (2) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Atau, Ketiga, Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. nDengan dikenakan pasal-pasal tersebut, terdakwa diancam hukuman 10 tahun penjara.

Seusai dakwaan dibacakan, majelis hakim yang diketuai Ramon Wahyudi dengan hakim anggota Nur Ervianti Melialala dan Andi Imran Makulau menanyakan kepada terdakwa maupun kuasa hukumnya apakah akan mengajukan keberatan (eksepsi) atas dakwaan JPU.

Koordinator kuasa hukum terdakwa menjawab “Iya majelis, kami akan mengajukan eksepsi,” kata Abdullah Alkatiri. Selain itu, ia juga meminta majelis hakim untuk menghadirkan terdakwa dalam persidangan secara tatap muka bukan virtual karena pihaknya tidak dapat berkomunikasi dengan terdakwa. “Ini tidak fair majelis, karena dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) lowyer (kuasa hukum) 24 jam bisa berkomunikasi dengan terdakwa,” terangnya.

Mendengar hal itu, majelis hakim Ramon mengutarakan, lantaran pandemi Covid-19 pihaknya wajib mengikuti aturan pemerintah. “Kami tidak bisa menghadirkan terdakwa karena sekarang masih Covid-19 jadi harus mengikuti aturan,” pungkasnya. 

Perlu diketahui, Polri telah menetapkan 9 tersangka penghasutan dalam kasus demo menolak Omnibus Law yang berlangsung ricuh. Dari 9 tersangka itu, beberapa di antaranya merupakan pentolan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Medan Khairi Amri serta petinggi KAMI, Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, dan Anton Permana. (ter)

Share :