FOKUS :

Hari Bhayangkara ke-74, Tantangan Polri Berbenah di Tengah Pandemi Covid-19 

Hari Bhayangkara ke-74 yang jatuh pada 1 Juli 2020, harus diperingati di tengah situasi pandemi Covid-19 atau virus corona. (foto:...

1-min

Penangkapan Djoko Tjandra Dilakukan Dengan Cara Serah Terima di Atas Pesawat

Argo Konpres ok

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono  – foto: sugawa.id

 

 

Sugawa.id— Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyampaikan penangkapan terpidana kasus hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra dilakukan dengan cara serah terima di atas pesawat antara Polisi Diraja Malaysia (PDRM) dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

“Prosesnya, namanya serah terima. Begitu Djoko Tjandra ditangkap Polisi Diraja Malaysia kemudian melakukan serah terima dengan polisi Indonesia di atas pesawat,” kata Irjen Argo Yuwono dalam keteranganya, Sabtu (1/8/2020).

Menurut dia, sebelum proses penangkapan, Kapolri Jenderal Idham Azis mengirimkan surat resmi kepada Kapolmal pada 23 Juli 2020. Setelah Polisi Diraja Malaysia melakukan penangkapan fisik terhadap Djoko Tjandra, barulah diserahkan kepada Bareskrim Polri untuk dibawa pulang ke Indonesia.

“Setelah itu ditindaklanjuti kepada kepolisian Diraja Malaysia untuk meminta penangkapan kepada yang bersangkutan,” tandas Argo.

Sebelumnya Kabreskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo menyebut penangkapan Djoko Tjandra untuk menjawab keraguan publik terhadap kinerja Kepolisian.

“Djoko Tjandra sudah berhasil kita amankan. Tentunya ini menjawab keraguan publik selama ini, apakah Polri bisa menangkap, dan hari ini kita menunjukkan komitmen kita bahwa Djoko Tjandra bisa kita tangkap,” kata Listyo Sigit Prabowo di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Djoko langsung dibawa ke Indonesia menggunakan pesawat carter dan tiba di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 22.42 WIB. Saat ini, Djoko Tjandra telah
resmi menjadi warga binaan dan ditahan di Rutan Salemba cabang Bareskrim Polri.

Berdasarkan foto yang beredar, Djoko Tjandra yang menggenakan kemeja warna merah bercelana panjang hitam dikawal oleh enam orang personel bareskrim Polri. Djoko Tjandra ditempatkan di sel nomor satu.

Penempatan Djoko Tjandra di Rutan Salemba cabang Mabes Polri ini hanya sementara untuk kepentingan penyelidikan. Jika telah selesai, Bareskrim Polri akan kembali menyerahkan kepada Karutan Salemba untuk menempatkan Djoko Tjandra sesuai dengan kebijakan Kepala Rutan Salemba.

Tim Inafis Bareskrim Polri memastikan pria yang ditangkap di Malaysia adalah benar-benar Djoko Tjandra. Hal ini didapat setelah Inafis melakukan pencocokan dengan teknologi pemindai wajah di e-KTP dengan fotonya saat ditangkap tim Bareskrim Polri. Prosedur ini dilakukan sebelum buronan kelas kakap ini ditahan di Rutan Salemba Cabang Mabes Polri.

“Hasil pencocokan Inafis, tingkat keidentikan keduanya mencapai 98,05 persen. Jadi berdasarkan hasil pencocokan wajah oleh Inafis, hasil memang benar itu Djoko Tjandra,” tandas Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, Sabtu (1/8/2020).

Sebelumnya sebuah meme tentang perbedaan Djoko Tjandra (Djoktjan) viral di media sosial meme. Dalam meme tersebut, ada dua foto yang diunggah. Pada foto lama, sang buronan tampak beralis tipis. Namun di bagian lain, saat ditangkap meme di Malaysia, kemarin malam, yang bersangkutan beralis tebal.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo juga sudah menjelaskan, penempatan Djoko Tjandra di Rutan Salemba cabang Bareskrim untuk mempermudah tim mengusut kasus surat jalan palsu yang melibatkan Brigjen Prasetijo Utomo.(cok)

Share :