FOKUS :

Ketika Edhy “Tersandung” Benih Lobster

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus ekspor benih lobster. Dalam kasus...

1-min

Mudik Idul Adha Tak Dilarang Asal Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Kakorlantas Polri Irjen Istiono (sugawa.id)

Sugawa.id– Korlantas Polri tidak akan melarang masyarakat untuk mudik Hari Raya Idul Adha karena  pemerintah secara resmi tidak memberlakukan  larangan mudik. Dengan demikian masyarakat diperbolehkan melakukan perjalanan mudik, namun harus tetap memperhatikan protokoler kesehatan di masa pandemi Covid 19 ini.

“Menyambut Hari Raya Idul Adha 1441 H yang jatuh pada 31 Juli 2020, pemerintah secara resmi tidak memberlakukan  larangan mudik, sehingga masyarakat diperbolehkan melakukan perjalanan mudik. Hanya saja penerapan protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak, cuci tangan harus benar-benar ditaati, ” ujar Kakorlantas Polri Irjen Istiono, Selasa (28/7/2020).

Istiono mengatakan, Korlantas Polri beserta jajarannya siap melakukan pengawasan dan pemantauan di beberapa titik. Hal ini bertujuan agar keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) terjaga, sehingga tidak terjadi antrean kendaraan yang menimbulkan kemacetan.

Dia berpesan, bagi masyarakat yang berniat mudik diharapkan mematuhi dan  mentaati aturan kaitannya dengan pandemi Covid-19. Termasuk ketika mereka di kampung halamannya melakukan silaturahmi, baik dengan keluarga maupun tetangga dan warga sekitar. Kesadaran dari para pemudik sangat diperlukan.

“Dalam situasi sekarang ini, dimana pandemi Covid-19 penyebarannya masih cukup tinggi, apalagi Jakarta masuk zona merah, memang sebaiknya niat mudik perlu dipikirkan kembali untung ruginya. Karena apabila tetap ingin mudik atau pulang kampung akan berstatus Orang Dalam Pantauan (ODP). Artinya, mudik berpotensi menyebarkan  Covid-19. Untuk itu, agar bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sebaiknya tidak mudik,” katanya.

Lulusan Akpol 1987 ini berharap ada peran dan kesadaran masyarakat dalam menghadapi kondisi ini.  “Jujur, mudik ke kampung halaman di masa pandemi ini sangat berbahaya dan berpotensi terjadinya penularan karena adanya pergerakan masyarakat”, ujarnya

Kakorlantas mengimbau masyarakat dapat bersilaturahmi bisa dilakukan dengan memanfaatkan berbagai media digital. “Memang silaturahmi secara fisik penting, namun dalam kondisi seperti saat ini sebaiknya berpikir ulang. Namun sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat, kami siap mengawal dan mengamankan pergerakan arus mudik dan arus balik libur Idul Adha. Korlantas dan jajaran di seluruh Indonesia siap menjaga keamanan, ketertiban, kelancaran dan keselamatan pemudik”, tegasnya. (Cok)

Share :