FOKUS :

RUU PKS “Kalah Seksi” dari Omnibus Law Cipta Kerja

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) kalah seksi dengan UU Cipta Kerja. Buktinya meski telah dibahas hampir 6 tahun, RUU ini...

1-min

MK Ubah Tata Cara Pendaftaran Pengaduan Sengketa Pilkada

Ketua MK Ok

Ketua MK Anwar Usman beserta Wakil Ketua MK Aswanto membuka kegiatan Trainers Convention Calon Narasumber dan Fasilitator Bimbingan Teknis Sengketa Hasil Pilkada secara virtual (Humas MK)

Sugawa.id – Makamah Konstitusi telah mengubah Peraturan Makamah Konstitusi (PMK) dalam pendaftaran permohonan sengketa Pilkada mendatang. Jika sebelumnya pemohon dapat mengajukan beberapa kali pengaduan, kini pemohon hanya satu kali boleh mendaftarkan pengaduannya.

“Sejumlah perubahan dalam pendaftaran permohonan sengketa hasil pilkada telah dilakukan. Jika dalam PMK sebelumnya, pendaftaran permohonan dapat dilakukan berkali-kali, maka dengan PMK ini, pemohon hanya dapat melakukan satu kali pendaftaran pada 3×24 jam pertama. Sehingga tidak perlu bolak-balik datang ke gedung MK,” ujar Wakil Ketua MK Aswanto dalam acara Trainers Convention Calon Narasumber dan Fasilitator Bimbingan Teknis Sengketa Hasil Pilkada akhir pekan lalu.

Seperti dikutip dari situs resmi MK, Aswanto menyatakan perbaikan permohonan juga hanya dapat dilakukan satu kali yakni pada 3×24 jam kedua, dan jika ada perbaikan lagi pemohon dapat menyerahkannya dalam persidangan pendahuluan.

Sementara Hakim Konstitusi Saldi Isra dalam peparannya menjelaskan, PMK yang baru tersebut memudahkan petugas penerima permohonan perkara, sehingga beban tugas yang sebelumnya bertumpu pada petugas penerima permohonan perkara berpindah kepada hakim konstitusi. Saldi mengungkapkan, sebelumnya pernah memiliki pengalaman jawaban yang disampaikan termohon dalam persidangan berbeda dengan jawaban tertulis yang disampaikan kepada Mahkamah.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman menyatakan kegiatan yang dilakukan secara virtual ini merupakan persiapan menjelang Pilkada 2020 pada 9 Desember 2020 mendatang. “Pelaksanaan pilkada memang dilematis, tapi apapun yang akan terjadi persiapan kita harus dimatangkan. Dan sebagai manusia, tidak mungkin bekerja melebihi kemampuannya, oleh karena itu diperlukan kerja sama yang baik di antara para pegawai, dan pekerjaan ini harus dengan niat ibadah,” pesannya.(wib)

Share :