FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Mendagri Tito Karnavian Resmikan RedKar pada HUT ke-101 Pemadam Kebakaran

youtube

 

Sugawa.id – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengingatkan bahwa korps Pemadam Kebakaran (Damkar) juga memiliki fungsi penyelamatan atau pertolongan (rescue team).

“Saya ingin fungsi penyelamatan atau pertolongan Korps Damkar terhadap masyarakat yang mengalami musibah baik kecelakaan bersifat domestik seperti banjir, longsor atau lainnya, juga ditingkatkan,” kata Tito ketika menjadi inspektur upacara Hari Ulang Tahun ke-101 Korps Damkar di Stadiun Sultan Agung Bantul, DI Yogyakarta, Minggu (1/3/2020).

“Damkar jangan hanya pintar memadamkan api, tapi juga mesti piawai menyelamatkan warga yang terkena musibah bencana,” imbuh Tito seperti dilansir kemendagri.go.id.

Dalam rangka memaksimalkan fungsi Korps Damkar tersebut, Mendagri Tito membentuk dan meresmikan relawan RedKar (Relawan Pemadam Kebakaran). 

Relawan berseragam merah api ini dibentuk secara nasional mulai dari 10 relawan di tingkat desa/kelurahan, 10 di kecamatan, dan 50 di kabupaten/kota dan 
provinsi. 

Relawan ini diseleksi dan dilatih secara profesional. Relawan ini akan didukung dana sumbangan masyarakat dan dana APBD/N.

Relawan ini akan melekat ke struktur sub-dinas Damkar di tiap kabupaten dan menjadi tenaga relawan terampil yang siap digerakan untuk membantu misi penyelamatan dan juga pemadaman kebakaran. 

Model relawan RedKar seperti ini sudah lazim di luar negeri dan sangat bermanfaat bagi masyarakat seperti Fire Volunteer Barigade di Filipina atau Freiwillig Feuerwehr di Jerman. 

Mendagri Tito Karnavian mengharapkan relawan RedKar menjadi wahana baru penyaluran semangat solidaritas dan militansi kaum muda untuk mengabdi bagi masyarakat dan kepentingan umum.

Upacara HUT ke-101 Korps Damkar di Stadiun Sultan Agung, Bantul, dihadiri sekitar 2.000 anggota Korps Pemadam Kebakaran dari 47 jabupaten/kota se-Indonesia. Upacara diselingi atraksi lwater Dance oleh petugas pemadam kebakaran.

“Usia Korps Damkar sudah lebih dari satu abad. Tak banyak organisasi yang mampu bertahan hingga lebih dari 100 tahun kecuali organisasi yang benar-benar memiliki kultur organisasi yang baik, didukung secara militan oleh anggotanya serta pelayanannya dibutuhkan masyarakat seperti Korps Pemadam Kebakaran” kata Tito dalam sambutannya. 

Keberadaan Korps Damkar tersebar di semua 548 pemerintah daerah di tingkat provinsi dan kabupaten dengan jumlah personel sekitar 50 ribu.

Sekitar 70 persen dari personel damkar merupakan pegawai honorer dan sisanya berstatus PNS. 

“Dalam urusan pemerintahan sesuai UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, gugus tugas Damkar termasuk jenis pelayanan dasar bersifat wajib yang harus dilakukan oleh pemerintah. Kemendagri, selaku pembina dan pengawas pemerintah daerah di seluruh Indonesia sangat berkomitmen untuk menjaga standar mutu pelayanan, sarana prasarana serta kualitas kompetensi SDM Korps Damkar ini,” kata Tito. 

“Tantangan tugas Korps Damkar sangat spesifik namun vital bagi masyarakat, yaitu memadamkan api bila terjadi kebakaran. Namun di samping itu ada juga fungsi yang melekat lainnya yaitu fungsi penyelamatan (rescue team) bagi anggota masyarakat yang mengalami musibah bencana,” ujar Tito.

“Kualitas kompetensi menjadi hal paling utama yang perlu diperhatikan di gugus tugas Damkar,” imbuh mantan Kapolri itu.

Tito mengatakan bahwa ukuran universal yang dipakai oleh masyarakat di dalam menilai petugas Damkar bukanlah soal hebat tidak hebatnya di saat bertugas menangani bencana kebakaran. Menurut Tito, ukuran universal itu adalah terlatih atau tidak terlatih.

“Penguasaan teknis lapangan penanggulangan kobaran api dan kualifikasi fungsi penyelamatan merupakan hal yang mutlak diperhatikan. Juga kesigapan, militansi keberanian menembus bahaya dengan kalkulasi yang cermat adalah hal-hal yang dibutuhkan dan hanya didapat lewat pelatihan yang terus menerus,” kata Tito. 

Tito juga mengatakan, image Korps Damkar di Indonesia hanya menonjol dalam fungsi pemadaman api. Ini tampak dengan seragam dan mobil pemadam kebakaran. 

Padahal, fungsi kedua yang diemban Korps Damkar adalah fungsi penyelamatan atau pertolongan kepada warga masyarakat di tengah bencana. Image penyelamatan ini agak redup di benak masyarakat.

Di luar negeri, seperti di Amerika, di samping fungsi pemadam kebakaran, fungsi penyelamatan dari Korps Damkar sangat menonjol. 

Bahkan masyarakat di sana sangat percaya akan fungsi pertolongan dan penyelamatan yang diberikan oleh petugas Damkar.

“Sehingga bila masyarakat membutuhkan pertolongan, mereka langsung mengontak petugas Damkar setempat selaku rescue team,” ujar Tito.

Upacara ini dihadiri pula oleh Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwana X, Bupati Bantul H Suharsono, Forkopimda Provinsi DI Yogyakarta, Kapolda DI Yogyakarta Irjen Asep Suhendar, Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrullah, Dirjen Dukcapil, dan Plt Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Dr. Bahtiar serta Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Eko Subowo. (gas)

Share :