FOKUS :

RUU PKS “Kalah Seksi” dari Omnibus Law Cipta Kerja

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) kalah seksi dengan UU Cipta Kerja. Buktinya meski telah dibahas hampir 6 tahun, RUU ini...

1-min

Megawati Tegaskan Peran Strategis Perempuan

Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputri pada peringatan Hari Ibu bertajuk “Perempuan Hebat untuk Indonesia Maju” di Jakarta, Minggu (22/12/2019). Foto: BPIP untuk sugawa.id

____

Sugawa.id – Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputri menegaskan, perempuan memiliki peran strategis untuk membangun Indonesia. Peran yang dimiliki perempuan saat ini, katanya, setara dengan yang dimiliki kaum laki-laki sebab saat ini persamaan hak bukan lagi persoalan.

Pernyataan itu disampaikan Megawati Soekarnoputri dalam acara Peringatan Hari Ibu bertajuk “Perempuan Hebat untuk Indonesia Maju” yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, di Jakarta, Minggu (22/12/2019).

 

Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputri pada peringatan Hari Ibu bertajuk “Perempuan Hebat untuk Indonesia Maju” di Jakarta, Minggu (22/12/2019). Foto: BPIP untuk sugawa.id

 

“Laki-laki dan perempuan seharusnya bekerja sama,” ungkapnya. Ia mengaku perkataannya ini terinspirasi dari orangtuanya yang tidak membedakan perlakuan antara anak-anak laki dan perempuan di keluarganya.

Presiden Kelima Republik Indonesia ini mengibaratkan, pembagian peran antara laki-laki dan perempuan ini ibarat sayap seorang burung yang harus mengepakkan sayap agar bisa terbang di angkasa.

Karena itu, lanjutnya, Peringatan Hari Ibu mesti menjadi momentum bersejarah untuk merayakan gerakan politik perempuan di negeri ini. Sebab, dia menegaskan, sejak Republik Indonesia berdiri, laki-laki dan perempuan memiliki kontribusi yang sama untuk memerdekakan dan membangun negeri.

Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputri pada peringatan Hari Ibu bertajuk “Perempuan Hebat untuk Indonesia Maju” di Jakarta, Minggu (22/12/2019). Foto: BPIP untuk sugawa.id

 

“Apalagi Presiden Indonesia telah mengatakan bahwa kita harus melompat maju. Tapi, bagaimana bisa maju kalau perempuan masih menjadi bagian dari konco wingking dari laki-laki,” tegasnya.

Dalam pidato pembukaan memperingati Hari Ibu, Megawati menegaskan, pernyataannya tersebut merupakan dorongan kepada kaum perempuan untuk mengimplementasikan hal-hal yang sudah diberikan oleh negara kepada setiap warga negaranya: berkontribusi kepada negara dengan peran yang setara.

Sementara itu, Staf Khusus Presiden dan Juru Bicara Presiden Bidang Sosial, Angkie Yudistia mengatakan, peran perempuan di era sekarang jauh lebih maju ketimbang dahulu. Saat ini, kata dia, perempuan dapat mengembangkan dirinya dan memberikan sumbangan positif melalui inisiatif-inisiatif bermutu yang selaras dengan bakat dan hobinya.

“Saat ini banyak perempuan milenial yang memiliki visi yang bagus dan inisiatif yang keren. Ini jauh berbeda dengan di masa lalu,” ujarnya.

Dalam kondisi tersebut, lulusan London School Public Relations Jakarta ini menambahkan, kaum perempuan bisa menggapai mimpinya untuk menciptakan berbagai peluang yang sesuai dengan minat dan passion-nya.

Sebagai penyandang disabilitas, Angkie mengharapkan kaum perempuan dapat tampil percaya diri dan berani menciptakan kesempatan dengan menembus batas-batas di masyarakat yang berpotensi menghambat gerak maju mereka. Dengan tekad itu, kata Angkie, impian kaum perempuan untuk maju dapat menjadi kenyataan.

 

Menteri Keuangan Sri Mulyani pada peringatan Hari Ibu bertajuk “Perempuan Hebat untuk Indonesia Maju” di Jakarta, Minggu (22/12/2019). Foto: BPIP untuk sugawa.id

 

Perhelatan Hari Ibu yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila ini dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju seperti Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Prof. Dr. Mahfud MD, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya Bakar. (gas)

Share :