FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Manajer Facebook Bagikan Kiat-kiat Membuat Konten yang Bagus

 

 

Sugawa.id – Asisten Deputi Hubungan Masyarakat Kementerian Sekretariat Negara bersama dengan Facebook Indonesia menyelenggarakan Setneg Mantul (Mantap Betul) seri kelima edisi Workshop Pengelolaan Media Sosial bagi Instansi Pemerintah. Acara Setneg Mantul ini diadakan di Aula Serbaguna, Gedung III Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Jumat (17/1/2020).

Pada acara tersebut, Nouldy Valdryno, Manajer Kampanye Kebijakan Facebook Indonesia membeberkan dukungan Facebook Indonesia kepada instansi pemerintah. “Pada tahun lalu, 2019, Facebook banyak fokus pada tiga hal, yaitu bisnis dan ekonomi, lalu ada juga pilar yang membantu pemerintahan digital yang efektif dari sisi komunikasi, ini yang kami kira akan menjadi relevan bagi rekan-rekan semua,” ujar Valdryno mengawali workshop.

 

Suasana Workshop Pengelolaan Media Sosial bagi Instansi Pemerintah di Aula Serbaguna, Gedung III Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Jumat (17/1/2020). | Foto-foto: Humas Kemensetneg

 

Valdryno menambahkan pemimpin dunia dan pemerintahan juga aktif di Facebook. “Tim Facebook mencatat sebanyak 109 kepala negara memiliki akun pribadi di Facebook, juga 86 perdana menteri serta 73 menteri luar negeri juga memiliki akun Facebook,” katanya seperti dikutip dari setneg.go.id.

Sebagai media sosial yang sudah cukup lama hadir di masyarakat, Facebook digunakan oleh 2,4 miliar pengguna, disusul dengan Instagram yang digunakan sebanyak 1 miliar pengguna dan terakhir Whatsapp oleh 1,5 miliar pengguna di seluruh dunia.

Berbicara bagaimana mengoptimalkan media sosial institusi untuk membangun hubungan dan meningkatkan engagement dengan publik, Valdryno memberikan kiat-kiat akif secara positif menggunakan media sosial dan membuat konten yang bagus.

“Kiat-kiat aktif di media sosial dan membuat konten yang bagus itu antara lain interaksi yang menyenangkan, membahas hal-hal penting atau unik, otentik dalam memberikan informasi, tepat waktu dengan mendiskusikan topik yang hangat atau berita terbaru, dan konsisten dengan membuat kalender konten yaitu kapan konten tersebut dapat diposting, posting secara rutin, targetkan secara harian dan gunakan berbagai jenis postingan yang bervariasi,” papar Valdryno.

Karateristik media sosial juga perlu menjadi perhatian. Sebagai contoh saat ini Instagram menjadi platform terbaik untuk terlibat dengan audiens. Instagram sangat mengandalkan visual sehingga mudah ditangkap audiens.

Workshop dibuka oleh Deputi Bidang Hubungan Kelembagaan dan Kemasyarakatan Kementerian Sekretariat Negara, Dadan Wildan, dan dihadiri oleh 168 peserta yang terdiri dari para pengelola media sosial dari beberapa kementerian/lembaga serta pejabat dan pegawai di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara.

“Sebagai Aparatur Sipil Negara, kita harus bijak menggunakan sosial media, seperti Facebook dan Instagram, karena media sosial harus digunakan secara positif oleh penggunanya,” ujar Dadan pada pembukaan workshop.

Tidak kalah pentingnya juga, melalui kegiatan ini dijalin kemitraan dan kolaborasi antar unit kerja, kementerian/lembaga termasuk dengan Facebook Indonesia. “Saya berharap khusus kepada Facebook Indonesia, kerja sama yang dilakukan tidak berhenti pada kegiatan ini saja, namun juga kedepan dapat dikembangkan berbagai program strategis untuk terus meneguhkan komitmen kita menggapai visi besar SDM Unggul, Indonesia Maju,” tutur Dadan.

Sedangkan Asisten Deputi Hubungan Masyarakat, Eddy Cahyono Sugiarto menyatakan, tugas pemerintah khususnya di bidang kehumasan antara lain menyebarluaskan informasi dan kebijakan pemerintah kepada publik, menampung dan mengolah aspirasi masyarakat, serta membangun kepercayaan publik guna menjaga citra dan reputasi pemerintah. Untuk itu, diperlukan upaya-upaya kreatif dan persuasif di era media sosial saat ini.

“Humas Pemerintah harus cepat beradaptasi dan bertransformasi dalam berkolaborasi termasuk juga dalam melawan hoax, fake news, dan hate speech, Humas pemerintah harus terus menyebarkan secara luas dan masif informasi-informasi positif terkait dengan kerja pemerintah sehingga dapat membangun opini publik yang optimis terhadap pembangunan menuju Indonesia Maju,” tutur Eddy yang didapuk menjadi moderator.

 

 

Terlihat antusiasme yang tinggi dari para peserta workshop. Salah satu peserta, Fransiska, anggota Tim Satgas Medsos Museum Penerangan Kementerian Komunikasi dan Informatika, mengatakan bahwa workshop tersebut juga menjadi ajang sharing mengenai pengelolaan media sosial. “Ternyata permasalahan medsos saat ini jauh lebih besar dari permasalahan yang kami hadapi, terima kasih kepada Kemensetneg yang telah membuka akses kepada Tim Facebook Indonesia, kapan-kapan kami akan ngobrol-ngobrol langsung dengan Tim Facebook Indonesia, acara ini sangat bermanfaat bagi kami,” ujar Fransiska. (gas)

Share :