FOKUS :

Langkah Polri Tangkap Penimbun Masker di Sejumlah Daerah

Sugawa.id – Maraknya aksi penimbunan masker berhasil dibongkar jajaran kepolisian dalam beberapa hari berselang. Sejumlah kasus penggerebekan pelaku dan pembongkaran...

Banner DUKA CITA SUGAWA

MA Batalkan Kenaikan Tarif BPJS

BPJS-Kesehatan

Ilustrasi (Dok Foto : Liputan 6)

Sugawa.id – MAkamah Agung mengabulkan permohonan uji materi yang diajukan Komunitas Pasien Cuci Darah (KPCDI) terkait Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan. Dengan dikabulkannya permohonan itu, maka per 1 Januari 2020, iuran BPJS tidak jadi mengalami kenaikan.

Kepastian soal diterimanya permohonan uji materi tentang kenaikan tarif BPJS tersebut disampaikan juru bicara MA Andi Samsan Nganro. “Perkara Nomor 7 P/HUM/2020 perkara Hak Uji Materiil sudah putus,” kata Andi, Senin (9/3/2020).

MA menerima dan mengabulkan sebagian uji materi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan. Dengan begitu, maka iuran BPJS kembali ke iuran semula. Dalam putusan tersebut disebutkan “Menyatakan Pasal 34 ayat 1 dan 2 Perpres Nomor 75 Tahun 2019 tentang perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat,” bunyi putusan tersebut.

Menurut MA, Pasal 34 ayat 1 dan 2 bertentangan dengan Pasal 23 A, Pasal 28H dan Pasal 34 UUD 1945.
Selain itu juga bertentangan dengan Pasal 2, Pasal 4, Pasal 17 ayat 3 UU Nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional.

Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh menyatakan menyambut baik keputusan MA yang membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan karena memang sejalan dengan keinginan Komisi IX DPR yang tidak ingin rakyat terbebani dengan kenaikan iuran BPJS, terutama untuk kelas III.
” Komisi IX sudah berjuang luar biasa untuk berusaha supaya iuran BPJS tidak naik, terutama Kelas III,” katanya. (wib)

Share :