FOKUS :

Selama PPKM Darurat, 1.722 Pelanggaran Terjadi di Kota Tangerang

Sekretaris Satpol PP Kota Tangerang, Agus Prasetya. (Foto: Ist)     Sugawa.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui jajaran Satpol...

BACK_BANNER_DOG

KPK Tangkap Mensos Terkait Kasus Suap Bansos

Firli Ketua KPK

Ketua KPK Firli Bahuri (KPK)

Sugawa.id – Mensos Juliari Peter Batubara ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sabtu, (5/12/2020). Juliari ditangkap beserta dua orang stafnya di Kemensos yakni Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, serta dua orang swasta Ardian I M dan Harry Sidabuke.

Dalam kasus ini KPK berhasil menyita uang sejumlah Rp 14,5 yang disimpan di dalam 7 koper dan juga tiga buah tas. Juliari sendiri diduga menerima uang suap senilai Rp 17 miliar dari rekanan dalam penyaluran dana bantuan sosial (bansos) Covid-19.

Ketua KPK Firli Bahuri dalam keterangan persnya, Minggu (6/12/2020) mengungkapkan, kasus korupsi bansos tersebut berawal dari pengadaan paket sembako sebagai bansos penanganan Covid-19 dengan total 272 kontrak senilai Rp 5,9 triliun. Dari setiap paket senilai 300 ribu yang disiapkan, Juliari Cs mendapatkan fee sebesar Rp 10.000.

“Proyek ini merupakan penunjukkan langsung para rekanan dan diduga disepakati ditetapkan adanya fee dari tiap-tiap paket pekerjaan yang harus disetorkan para rekanan kepada Kementerian Sosial melalui MJS (Staf Mensos – Red). MJS dan AW lalu mematok harga Rp 10.000 per paket sembako dari nilai satuan paket bansos sebesar Rp 300.000. MJS dan AW selanjutnya membuat kontrak pekerjaan dengan beberapa suplier sebagai rekanan yakni, AIM dan HS selaku pihak swasta serta PT RPI yang diduga milik MJS. Penunjukkan PT RPI diduga diketahui Juliari dan disetujui oleh AW,” ungkap Firli.

Dikatakan, fee tersebut kemudian diserahkan kepada mensos secara tunai oleh MJS kepada JPB melalui EK dan SN selaku orang kepercayaan Juliari untuk digunakan membayar berbagai keperluan pribadi Mensos. Uang itu dibagi dalam dua tahap yakni Rp 12 miliar dan Rp 8,2 miliar.

Firli mengungkapkan Juliari sendiri ditangkap pada Minggu (6/12/2020) dini hari,setelah sebelumnya KPK mengimbau yang saudara JPB dan AW menyerahkan diri. Tim penindakan KPK akhirnya berhasil menangkap Juliari pada dini hari. Juliari Batubara sendiri tiba di Gedung KPK pada Minggu (6/12/2020) sekitar pukul 02.45 WIB dengan mengenakan jaket dan topi hitam, celana cokelat, dan masker saat masuk ke dalam Gedung Merah Putih KPK. Dia tak memberi komentar kepada wartawan dan hanya merespons dengan melambaikan tangan.

Juliari sendiri dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (wib)

Share :