FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Komisioner KPU Jadi Tersangka, Kodenya Siap, Amankan!

Ilustrasi Petugas KPK. (Foto: kpk.go.id)

 

Sugawa.id- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wahyu Setiawan (WSE) sebagai tersangka. Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu diduga menerima uang terkait pengaturan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI dari Fraksi PDIP. Wahyu diduga menerima duit Rp 600 juta terkait upaya memuluskan permintaan Harun Masiku menjadi anggota DPR PAW.

Tak hanya Wahyu, lembaga antirasuah juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka. Sebelumnya Wahyu dan sejumlah orang terkena operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK. “Sejalan dengan penyidikan tersebut, KPK menetapkan empat tersangka,” ujar Lili Pintauli Siregar, wakil ketua KPK, dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Selain Wahyu, tersangka lainnya sebagai penerima adalah Agustiani Tio Fridelina (ATF), orang kepercayaan Wahyu yang juga mantan anggota Badan Pengawas Pemilu. Wahyu dan Agustiani disangkakan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. “Tim menemukan dan mengamankan barang bukti Rp 400 juta yang berada di tangan ATF dalam bentuk dolar Singapura,” sambung Lili.

Dua lainnya sebagai pemberi yang jadi tersangka adalah Harun Masiku (HAR), calon anggota legislatif (caleg) dari PDIP dan Saeful (SAE) dari swasta. Keduanya dijerat melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Pemberian suap untuk Wahyu itu diduga untuk membantu Harun dalam pergantian antarwaktu caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP yang meninggal dunia, Nazarudin Kiemas pada Maret 2019. Dalam pleno KPU, pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya, Riezky Aprilia.

Ada yang menarik dalam kasus yang bermula dari Juli 2019 terkait pengajuan gugatan uji materi atas meninggalnya Nazarudin Kiemas. KPK mengungkap kode yang dipakai Wahyu. “ATF mengirimkan dokumen dan fatwa MA (Mahkamah Agung) yang didapat dari SAE kepada WSE untuk membantu proses penetapan HAR. Dan WSE menyanggupi membantu dengan membalas, siap, mainkan!’,” jelas Lili.

Dalam kesempatan itu, Lili juga mengatakan bahwa KPK meminta Harun Masiku menyerahkan diri. “Dan pada pihak lain yang terkait dengan perkara ini agar bersikap koperatif,” tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Setelah OTT terhadap bupati Sidoarjo dan sejumlah orang pada Selasa (7/1/2020), Rabu (8/1/2020), KPK yang kini dipimpin Firli Bahuri itu mengamankan salah seorang Komisioner KPU Pusat Wahyu Setiawan.

Dikonfirmasi sugawa.id, Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar membenarkan OTT tersebut. ’’Iya OTT. Kemarin (Selasa, Red), Sidoarjo dan tadi siang KPU nas komionser. WS,’’ tulis Lili melalui WA, Rabu (8/1/2020) sore.

Seperti OTT sebelumnya, KPK belum memberi penjelasan rinci mengenai operasi tersebut. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap mereka yang terjaring OTT. Setelahnya KPK akan mengumumkan status hukum dari mereka. (tho)

Share :