FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Komisi IX DPR Desak Pemanfaatan Vaksin Covid Hasil Riset Lokal

dpr sidang

Suasana rapat komisi IX DPR RI soal vaksin covid 19. (Sugawa.id)

 

Sugawa.id – Demi mendorong terwujudnya kemandirian obat, vaksin, dan alat kesehatan hasil karya anak bangsa, Komisi IX DPR RI memberikan apresiasi dan dukungan penuh keterlibatan seluruh pihak untuk melakukan riset dan inovasi. Termasuk pengembangan Vaksin Merah Putih yang menggunakan isolat virus asli dari Indonesia.

Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 Kemenristek/BRIN Ali Ghufron Mukti menyebutkan, pihaknya berharap hasil-hasil riset inovasi di bidang kesehatan buatan dalam negeri ini diproduksi oleh industri dan lebih banyak digunakan serta dimanfaatkan oleh para pengguna. Sehingga mengurangi import dan tidak bergantung pada produk luar negeri. 

“Kalau triple helix sudah jalan lalu ada kepastian jaminan bahwa kita bikin inovasi dan produk akan dibeli, maka kualitas dan harga akan semakin baik. Kenapa masih harus import? Padahal di sini ada. Itu saya kira PR berikutnya. 

Selanjutnya komunikasi dan koordinasi ini harus berjalan sehingga tidak ada yg saling disalahkan ke depan. Kalau ini semua bisa, maka kami optimistis peneliti dan produsen alkes kita akan semakin banyak. Dan bisa mandiri serta profesional, bayangkan dalam waktu 4 bulan saja sudah ada 61 inovasi baru. Dan ini tidak pernah terbayangkan sebelumnya,” ungkap Gufron, Rabu (3/9/2020).

Menanggapi hal tersebut, Komisi IX mendorong Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 untuk terus meningkatkan komunikasi, koordinasi, riset serta inovasi dalam negeri bersama seluruh pihak terkait, termasuk Kementerian Kesehatan, BUMN, dan pihak industri.

Secara khusus, Komisi IX juga mendesak Kementerian Kesehatan berkomitmen memanfaatkan hasil riset dan inovasi Covid-19 yang telah dihasilkan konsorsium dengan tetap mengutamakan aspek kejujuran, keterbukaan, akuntabilitas, serta keberpihakan kepada keamanan dan kesehatan masyarakat.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio juga turut menjelaskan, mengenai perkembangan dari Vaksin Merah Putih saat ini, dimana dalam 2 – 3 bulan ke depan pihaknya berharap sudah dapat memulai uji coba pada hewan. (nsa)

Share :