FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Kesenian Bisa jadi Senjata Kuat Bumikan Pancasila

BPIP Webninar

Webinar webinar bertajuk “Membumikan Pancasila melalui Seni dan Budaya”. (Dok Foto BPIP)

Sugawa.id – Seni dan budaya bukan hanya jadi alat penghibur, tetapi juga membangun karakter bangsa. Apalagi seni bisa menembus semua lapisan masyarakat. Sehingga seni sangat efektif dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila serta menekan radikalisme dan intoleransi.

“Para seniman pastlah menganggap Pancasila sebagai nilai leluhur bangsa, sehingga sangat langka jika seniman ada yang radikal dan intoleran. Ini yang harus ditanamkan kepada masyarakat,” kata Wakil Kepala BPIP Hariyono dalam webinar bertajuk “Membumikan Pancasila melalui Seni dan Budaya”, Sabtu (25/7/2020).

Sementara pembicara lain Trie Utami mengutarakan bahwa Pancasila itu sudah ada di Indonesia sejak lama, sehingga apa yang para seniman lakukan adalah memekarkan atau mengharumkannya kembali di masyarakat.

“Memanfaatkan fungsi seniman untuk masyarakat, karena salah satu fungsinya adalah mensejahterakan khususnya dalam hal rasa. Selain itu juga sebagai media menyuarakan hal-hal dalam kepentingan bersama,” jelasnya.

Selain itu, dirinya menambahkan bahwa memanggil Pancasila yang sudah ada di bumi Indonesia dengan cara halus dan tajam alatnya adalah kesenian. “Kami persembahkan karya tersebut untuk orang lain. Sehingga ada self corection, apakah karya ini akan berdampak baik bagi orang lain dan dampaknya akan seperti apa. Seni juga alat yang tajam, namun cara yang halus dalam membumikan Pancasila,” jelas Trie.

Sedangkan Slamet Rahardjo mengutarakan bahwa keberagaman adalah bagian dari hidup bangsa Indonesia. “Keberagaman sudah menjadi bagian dari hidup kita. Langkah awal dalam membumikan Pancasila adalah membaca. Kita berbeda-beda tapi harus satu chemistry. Mari kita sempurnakan menjadi persatuan dalam keberagaman,” tegas Slamet.

Dikatakan, membumikan Pancasila harus dibarengi dengan deklarsi, merenung, dan rasa syukur. Pancasala disuguhkan dengan cara yang cerdas tidak buta digital.

Sudut pandang lain dikemukakan oleh Addie MS. Menurutnya dalam dunia seni perbedaan merupakan aset. “Bangsa indonesia harus dapat menerima perbedaan. Perbedaan adalah aset dalam seni. Berbeda dengan dunia politik yang kadang menanggap perbedaan adalah musuh,” jelas Addie.

Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo menyatakan seniman merupakan alat diplomasi dan pembangunan karakter. Sehingga seniman menjadi penatar kehidupan dan pengajar harmoni kehidupan. Mereka manggala sejati yang menafsirkan Pancasila secara luar biasa lewat karya-karyanya dan tidak doktrinal.

“Senimam mampu menggerakkan jiwa raga kita yang dapat tercermin dari prilaku. Lewat karya seni, film, lagu, estetika, seni dapat merebut ruang publik yang saat ini dikuasai oleh konten negatif,” tegas rohaniawan itu.

Direktur Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP Akbar Hadiprabowo juga menjelaskan hal senada tentang perbedaan. Menurutnya perbedaan menciptakan harmoni bangsa Indonesia. “Kita harus rebut dan isi dengan ruang penuh kebhinekaan, kecintaan ,dan keharmonisasian,” tutur Akbar.

Plt. Deputi Hukum, Advokasi, dan Pengawasan Regulasi Ani Purwanti berharap para Ikon Prestasi Pancasila ini dapat terus memberikan kontribusi luar bisa dan panutan kepada generasi muda yang menjadi saran kami sesuai arahan Presiden dalam membumikan pancasila. (wib)

Share :