FOKUS :

RUU PKS “Kalah Seksi” dari Omnibus Law Cipta Kerja

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) kalah seksi dengan UU Cipta Kerja. Buktinya meski telah dibahas hampir 6 tahun, RUU ini...

1-min

Kemendikbud Dorong Kampus Berperan Aktif dalam Pengelolaan Lingkungan

WhatsApp Image 2020-10-11 at 21.07.58

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Niza. (sugawa.id)

Sugawa.id – Perubahan iklim merupakan salah satu ancaman dari tujuh ancaman besar global yang sebenarnya dapat diatasi dengan pembangunan berkelanjutan. Namun, tidak seluruh masyarakat memahami tentang pembangunan berkelanjutan tersebut. 

Maka dari itu, penting dibentuknya Education for Sustainable Development (ESD) untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pembangunan berkelanjutan dalam menghadapi ancaman global. 

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nizam mengatakan, bahwa pada dunia pendidikan diupayakan untuk membangun kesadaran tentang ESD. Oleh karena itu, Kemendikbud mengikuti agenda 21 melalui pendidikan dasar, melalui orientasi program-program pendidikan atau memberikan warna ESD dalam program pendidikan, membangun kesadaran masyarakat, dan pemahaman tentang ESD.

“Pengetahuan mengenai climate change sudah ada di dalam kurikulum pendidikan dan sudah masuk di dalam mata pelajaran yang sudah ada. Bahkan, dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pun sudah dibekali pembelajaran mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), mengenalkan tentang hemat energi, dan membangun karakter sejak dini. Pada pendidikan dasar dan menengah, adanya program Adiwiyata, membangun ruang belajar yang eco-friendly atmoshphere dan budaya untuk sadar lingkungan,” ungkap Nizam, Minggu (11/10/2020). 

Sementara pada pendidikan tinggi, menurut Nizam diadakan program kampus hijau seperti mewujudkan 3R, bike to campus, dan greenmetric. Tujuannya untuk mengukur prestasi kampus dari seberapa hijau kampus tersebut. 

“Greenmetric ini kita gunakan untuk mendorong mahasiswa agar memiliki kesadaran untuk memilah sampah, menghemat air, dan mengelola lingkungan,” terangnya. 

Universitas Indonesia (UI) menduduki peringkat ke-36 pada peringkat greenmetric di dunia. Pada program UI greenmetric terdapat 6 aspek yang dilihat, yaitu transportasi di kampus, pengelolaan sampah atau limbah di kampus, pengelolaan infrastruktur kampus, pengelolaan energi, pendidikan tentang ESD, dan pengelolaan air.

“Pusat penelitian lingkungan hidup sudah ada di 48 perguruan tinggi yang berfungsi untuk renewable energy, climate change, disaster mitigation, food security, poverty alleviation hingga health,” bebernya.

Nizam menambahkan, bahwa saat ini perguruan tinggi sedang menjalankan program Kampus Merdeka untuk mendorong mahasiswa agar dapat berperan aktif di masyarakat. Terkait dengan isu lingkungan hidup, perguruan tinggi dapat menjalankan kegiatan seperti proyek-proyek mandiri untuk membangun desa hijau atau kampung hijau.

“Mahasiswa dapat mengikuti program pengabdian masyarakat dengan KKN tematik dan desa binaan, yang diharapkan dapat mendorong kampus untuk menjadi mata air bagi gerakan hijau,” ujarnya.

Ia menuturkan, perlunya sinergi lintas kementerian agar terciptanya program yang solid untuk melakukan konservasi lahan, mitigasi bencana, mengatasi kekeringan, menghindari kebakaran hutan, dan meningkatkan produktivitas lahan sehingga tidak terlalu banyak membuka lahan baru.

“Kami siap bersinergi untuk mempersiapkan program bersama-sama, karena program Kampus Merdeka ini sangat baik untuk memberikan ruang bagi mahasiswa kita untuk melakukan perubahan dan ikut menjadi bagian dari perubahan perilaku masyarakat, ikut mengembangkan desa hijau dan mengembangkan lingkungan kumuh menjadi lingkungan sehat,” terangnya. (san)

Share :